Washington, LiputanIslam.com–Gedung Putih dilaporkan tengah berencana membentuk tim legal yang memonitor ‘tweet’ Presiden Donald Trump.

Berdasarkan infromasi dari The Wall Street Journal  pada Jumat (26/05/2017), rencana inspeksi media sosial sang presiden ini bertujuan untuk mencegah masalah hukum dan politik yang telah menyebabkan sejumlah tindak investigasi terhadap pejabat pemerintah.

Selama kampanye pemilu presiden tahun 2016 lalu, Trump aktif menggunakan Twitter sebagai alat komunikasi utama dengan para pemilih Amerika. Cara ini terbukti efektif dan jauh lebih murah dibanding memasang iklan seperti yang dilakukan Hillary Clinton.

Namun, banyak pejabat AS yang berharap Trump lebih berhati-hati menggunakan media sosialnya.

Trump telah menyebabkan kontroversi dengan menyampaikan klaim tanpa bukti di Twitter tentang mantan Direktur FBI James Comey dan mantan presiden Barack Obama.

Mengenai Obama, Trump menuduh presiden pendahulunya itu telah menyadapnya selama pemilu, dan juga menyadap percakapannya dengan Comey di Gedung Putih.

Gedung Putih juga berencana membuat tim legal ini ikut melakukan investigasi tentang hubungan Trump dan Rusia. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL