Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Kementerian Pertanian (Kementan) menggarap program digitalisasi pertanian dengan melibatkan petani milenial.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pihaknya akan terus mendorong agar petani milenial terjun untuk menggerakkan program digitalisasi tersebut.

“Kita akan upayakan terus petani milenial ini turun (ke pertanian). Animonya sudah cukup besar, tinggal digalakkan lagi,” kata Amran di Batola, Kalimantan Selatan, Sabtu (25/5).

Baca: Kementan Dorong Kaum Milenial Masuk Sektor Pertanian

Amran menyebutkan, saat ini sudah terdapat 450 ribu-500 ribu petani milenial yang terjun ke sektor pertanian. Petani milenial ini akan fokus menggenjot dua aspek yaitu aspek produksi dan bisnis.

Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Andriko Noto Susanto menjelaskan, digitalisasi dilakukan untuk merespon keterbatasan tenaga kerja, meningkatkan efisiensi dan produktivitas, serta membangun bisnis proses baru, value baru, konsumen baru, untuk menghasilkan produk baru yang mampu men-disruptive teknologi budidaya konvensional.

Melalui digitalisasi, kata dia, petani dapat melakukan otomatisasi dalam panen, pengolahan tanah, tanam, pengendalian gulma dan organisme pengganggu tanaman, serta pemupukan. Selain itu, petani juga akan mendapat keuntungan lebih besar biaya produksinya akan lebih murah ketimbang cara konvensional.

“Ini dapat memberikan insentif yang lebih baik bagi pemuda milenial yang mengelola lahannya,” ujarnya.

Saat ini, petani Indonesia sudah mampu bertransformasi dari pertanian tradisional ke pertanian modern. Untuk itu, kendala-kendala dalam mengoperasikan alat mesin pertanian sudah dapat diatasi secara perlahan. (sh/tribunnews/republika)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*