mantan presiden taiwanTaipei, LiputanIslam.com — Karena kemacetan yang menghambat pengiriman dokumen-dokumen penting, pembebasan mantan presiden Taiwan Chen Shui-bian dari penjara mengalami penundaan. Sebelumnya Chen akan dibebaskan pada tahun baru, Kamis (1/1).

Karena penundaan itu ia kemungkinan baru bisa bebas secepatnya pada hari Senin mendatang (5/1). Demikian BBC News melaporkan, Jumat (2/1).

Chen Shui-bian yang turun dari jabatannya tahun 2008 setelah menjabat selama 2 periode pemerintahan (8 tahun). Ia dijatuhi hukuman penjara selama 20 tahun karena korupsi tidak lama setelah turun dari jabatannya. Karena alasan kesehatan ia mendapatkan remisi pembebasan pada awal tahun 2015 ini.

Sekitar 300 pendukung Chen, termasuk mantan wakilnya, Annette Lu, telah berkumpul di luar Penjara Taichung sebelum tahun baru tiba. Namun dokumen-dokumen terkait catatan kesehatan Chen yang menjadi dasar pembebasannya mengalami keterlambatan pemprosesan karena kemacetan lalu-lintas yang disebabkan oleh musim liburan.

Seorang pejabat pemerintah mengatakan kepada BBC bahwa dokumen-dokumen itu baru bisa diproses kembali pada hari Senin (5/1). Ia membantah pemerintah sengaja mengulur-ngulur pembebasan Chen.

Chen yang juga mantan pengacara itu menderita beberapa penyakit serius termasuk depresi dan parkinson. Tahun lalu ia bahkan mencoba melakukan bunuh diri.

Para pendukung Chen menuduh kasus yang menjeratnya dilandasi alasan politik. Untuk menarik perhatian publik atas kasus ini Annette Lu, bahkan melakukan aksi mogok makan. Akibatnya Lu harus menjalani perawatan di rumah sakit karena aksinya ini.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*