satao huge tsavo tusker poached 30 may 2014Tsavo, LiputanIslam.com — Seekor gajah Afrika dengan gadingnya yang sangat panjang hingga menyentuh tanah, dan selama ini menjadi pemandangan favorit para turis Taman Nasional Tsavo, Kenya, ditemukan tewas dengan gadingnya yang telah hilang.

Sebagaimana dilaporkan CNN, Minggu (15/6), para petugas taman nasional Tsavo menemukan mayat Satao, nama julukan gajah tersebut, dengan lubang besar terdapat di tempat dimana sebelumnya gadingnya berada. Diduga kuat ia tewas setelah ditembak dengan panah beracun sebelum gadingnya diambil.

Petugas mengalami kesulitan untuk menentukan benar tidaknya mayat tersebut adalah Satao karena kepalanya telah rusak berat karena dimutilasi. Namun dengan mencocokkan pola garis kulit di telingan dan perutnya, petugas bisa memastikan hal itu.

“Satao telah tewas, dibunuh oleh pemburu gading dengan panah beracun untuk memenuhi hasrat jahat terhadap gading di negara-negara yang jauh. Satu kehidupan yang besar telah hilang demi seseorang jauh di sana,” demikian pernyataan Tsavo Trust, lembaga donor yang mengurusi pengelolaan taman nasional Tsavo, Jumat (13/6).

Satao berumur sekitar 45 tahun dan telah menjadi perhatian utama para pengunjung taman nasional Tsavo karena gadingnya yang sangat panjang. Ia juga menjadi obyek pengawasan yang cukup ketat dari para petugas yang mengkhawatirkan keselamatannya dari ancaman pemburu gading.

“Saat ia hidup, ia mudah diidentifikasi karena gadingnya yang sangat besar, bahkan dari udara,” kata jubir Tsavo Trust dalam pernyataannya.

Meski biasanya ia hanya tinggal berkeliling di arena yang sempit dan mudah diawasi, beberapa waktu terakhir ia mulai bergerak ke wilayah-wilayah yang rawan oleh keberadaan para pemburu gading. Area tujuannya yang memiliki sumber air segar sulit dilacak karena lebatnya hutan. Mayat Satao ditemukan beberapa hari sebelumnya, namun baru teridentifikasi hari Jumat.

Satao adalah korban dari perdagangan gading ilegal yang melonjak 2 x lipat sejak tahun 2007 dengan AS sebagai salah satu negara pembeli gading ilegal terbesarnya. Cina adalah pasar terbesar gading ilegal dunia, disusul Thailand, Filipina dan Vietnam.

Kelompok-kelompok konservasi menyebutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir sekitar 30.000 gajah tewas dibunuh karena gadingnya. Gading gajah dijual seharga puluhan juta rupiah, menjadi komoditas yang menarik sekaligus mematikan bagi gajah-gajah Afrika.

Namun tidak hanya itu, ribuan penduduk yang tergantung hidupnya pada wisata alam liar juga terancam kehidupannya.

Taman nasional Tsavo juga terkenal dengan kehidupan singa-singanya yang dianggap lebih ganas dari singa-singa Afrika di daerah lain. (ca/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL