foto: twitter

foto: twitter

Jakarta, LiputanIslam.com — Indra Sjafri, dipecat dari tugasnya sebagai pelatih Tim Nasional U-19, lantaran gagal memenuhi target diberikan oleh PSSI. Garuda Muda ditargetkan  masuk semifinal pada Piala Asia 2014 di Myanmar, namun Evan Dimas dan kawan-kawan gagal lolos dari fase grup. Gagalnya timnas ini juga memupus upaya timnas lolos ke Piala Dunia U-20 di Selandia Baru tahun depan.

Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, berencana akan menggunakan jasa pelatih asing sebagai pengganti Indra Sjafri yang telah dipecat dari tim nasional Indonesia U-19.

“Rencananya akan menggunakan jasa pelatih asing. Namun, saat ini belum ditetapkan,” kata Djohar seperti dikutip dari Antara, Senin (3/11/2014).

Lalu, bagaimana tanggapan Indra?

Pelatih berusia 51 tahun ini mengucapkan terima kasih kepada PSSI yang memberikan kesempatan kepadanya melatih tim nasional Indonesia U-19.

“Tanggapan saya hanya terima kasih atas kesempatan yang sudah diberikan PSSI. Kalau karena enggak lolos Piala Dunia, saya diberhentikan yang enggak apa-apa,” kata Indra seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (3/11/2014).

Seperti diketahui, Indra Sjafri merupakan pelatih yang telah membawa Indonesia menjuarai HKFA U-17, HKFA U-19, Piala AFF 2013, dan mengantar Indonesia lolos ke Piala Asia U-19.

Dan disingkirkannya Indra, mengundang reaksi keras dari masyarakat, yang tercermin dari kicauan netizen di media sosial. Selain mengucapkan terimakasih kepada Indra atas pengabdiannya, netizen juga mengkritik PSSI yang dinilai telah melakukan kesalahan dengan memecat Indra. Saat ini, hastag #SatuKataBuat PSSI dan #TerimakasihIndraSjafri menjadi trending topic.

“Terimakasih Indra Sjafri atas kegigihan dan perjuangannya selama ini,” tulis @redyreborn, (4/11/2014).

“Beliau ada contoh orang yang mandiri, tidak mau dikontrol siapapun, thanks atas sistem pembinan yang keren @indrasjafri#TerimaKasihIndraSjafri,” tulis @konveksibjbdg.

“Terimakasih Indra Sjafri, satu kata buat PSSI: revolusi mental, “ cuit @93Obee.

Terlepas dari kegagalannya dalam Piala Asia, Indra dianggap sosok yang telah membawa banyak perubahan dalam sepak bola Indonesia. Ia keliling Indonesia mencari pemain muda berbakat, walau tanpa dibayar. Sejak resmi menangani Timnas pada tahun 2011, Indra meninggalkan pekerjaannya sebagai tukang pos di Padang. Terimakasih, coach! (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL