Washington, LiputanIslam. Com—Pemerintahan Trump dilaporkan tengah khawatir atas keputusan Turki dan India yang bersikeras untuk membeli S-400 buatan Rusia. Pengamat militer India Rakesh Krishnan Simha dan analis geopolitik yang berbasis di Inggris Adam Garrie telah berbagi pandangan mereka tentang apakah Washington akan memberikan penawaran yang tak bisa ditolak oleh New Delhi, agar negara itu membatalkan kesepakatan S-400 dengan Rusia.

Sementara itu Turki telah memutuskan untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia terlepas dari ancaman yang diberikan Washington.

Saat ini administrasi Trump telah meningkatkan tekanan terhadap India, memperingatkannya agar tidak membeli sistem pertahanan S-400.

Baca: Turki Tak Izinkan AS Periksa S-400 Miliknya

Namun, Kementerian Pertahanan India memperjelas pada awal Juni bahwa mereka akan tetap melanjutkan implementasi kesepakatan S-400 meskipun ada sanksi yang mungkin akan dijatuhkan AS.

“Ada pepatah umum di India kuno dan Yunani: ‘Mereka yang hendak dihancurkan para dewa, akan menjadi gila sebelum hancur.’ AS berperilaku seperti orang gila “, kata Rakesh Krishnan Simha, seorang jurnalis India, analis urusan luar negeri dan pengamat militer. “Tidak puas dengan mendapat pesanan multi-miliar dolar dari India untuk semua jenis senjata canggih seperti artileri M777, pesawat pemburu sub-satelit Neptunus dan pesawat ops khusus C-130J Hercules, AS kini berada pada titik untuk kembali ke cara lama, mengancam sekutunya untuk mengikuti kepentingannya. ”

Pengamat militer menekankan bahwa “pendekatan ini tidak akan berhasil melawan India, yang memiliki sistem pengadaan yang sangat independen”.

“Selain itu, kesepakatan S-400 adalah kesepakatan yang dilakukan dengan pembayaran dimuka”, Simha menekankan. “S-400 adalah sesuatu yang baik. Angkatan Udara India (IAF) dan pemerintah India telah mendorong kepemilikan sistem ini selama bertahun-tahun. Alat ini diperlukan untuk sistem pertahanan udara India yang telah diabaikan selama beberapa dekade terakhir. (Fd/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:
Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*