salim idrisDamaskus, LiputanIslam.com — Sayap militer kelompok pemberontak dukungan barat, Free Syrian Army, kembali mengalami pukulan hebat setelah kematian Sekjen Ammar al-Wawi akibat dieksekusi kelompok saingannya, ISIL akhir tahun lalu.  Kali ini FSA harus kehilangan panglima perangnya, Jendral Salim Idris setelah dipecat karena dianggap tidak mampu membawa kemanujuan kelompok FSA.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan secara online dan dikutip kantor berita Perancis AFP hari Minggu (16/2), FSA menyatakan telah memecat Salim Idris dan menggantinya dengan Abdel al-Ilah al-Bachir.

FSA yang dibentuk tahun 2011 sebagai organisasi payung militer bagi kelompok-kelompok pemberontak Suriah, mengalami pukulan-pukulan hebat oleh perpecahan di antara para pemberontak sehingga gagal menjalankan misinya menghancurkan kekuatan militer rezim Bashar al Assad.

Serangan Bom-Bom Mobil Tewaskan Sejumlah Besar Pemberontak

Sementara itu pertikaian di antara sesama pemberontak Suriah kembali menelan korban di antara mereka. 2 serangan buah bom mobil menghancurkan pos-pos penjagaan milik kelompok pemberontak dan menewaskan sejumlah personil mereka.

Bom pertama meledak di pos penjagaan milik kelompok Muta Brigade di Provinsi Dayr al Zawr, hari Minggu (17/2). Dan bom kedua meledak pada hari yang sama di pos penjagaan milik kelompok Akhlas Brigade di Desa Hawaij dekat kota Shahal. Kedua ledakan tersebut menewaskan sejumlah besar personil pemberontak.

Menurut laporan sebuah lembaga kajian militer yang berbasis di Inggris, Jane’s, diperkirakan terdapat lebih dari 1.000 kelompok pemberontak di Suriah.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL