putin abbott koalaBrisbane, LiputanIslam.com — Foto Perdana Menteri Australia Tony Abbott dan Presiden Rusia Vladimir Putin bercanda dengan koala menjelang pertemuan G-20 di Brisbane, Sabtu (15/11), mengundang banyak komentar di media sosial.

Mereka umumnya menyindir Abbott yang mengingkari janjinya untuk “mendamprat” Putin terkait insiden jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 yang menewaskan 38 warga Australia bulan Juli lalu. Demikian Russia Today melaporkan, Minggu (16/11).

“Abbott mengatakan kepada Putin bahwa ‘shirtfronting’ adalah becanda dengan koala,” tulis seorang pengguna Twitter.

“Jadi, inilah yang dinamakan ‘shirtfronting‘ itu?” tulis seseorang lainnya.

Sebagaimana telah diberitakan LI dan di berbagai media massa lainnya, bulan lalu Abbott mengatakan kepada wartawan akan mendamprat Putin atas keterlibatan Rusia dalam musibah MH17, yang menurut Australia merupakan tanggungjawab Rusia. Australia menuduh Rusia telah menyuplai rudal yang digunakan pemberontak Ukraina untuk menembak jatuh pesawat maskapai Malaysia Airlines itu.

“Saya akan mendamprat Putin, silakan Anda bertaruh. Saya akan mengatakan kepada Putin bahwa warga negara Australian telah dibunuh oleh pemberontak yang didukung Rusia,” kata Abbott kala itu.

Kala itu Abbott menggunakan istilah ‘shirtfronting‘, istilah dalam permainan “baseball”, yaitu tindakan kasar kepada lawan yang oleh induk organisasi baseball dianggap sebagai tindakan terlarang.

“Ketika binatang berbulu lembut itu mengaitkan cakarnya di jas Putin, Perdana Menteri Australia itu tampak lembut di dalam dirinya. Bergaya seperti pegulat tentu tidak terpikir olehnya,” tulis Russia Today dalam laporannya.

Namun, “dampratan” terhadap Putin terkait krisis Ukraina tetap harus diterimanya, meski dengan cara lebih halus. Hanya saja bukan Abbott yang melakukannya, melainkan Perdana Menteri Kanada Stephen Harper.

Ketika Putin mengulurkan tangannya kepada Harper untuk berjabat tangan, ia mengatakan, “Ya, saya akan menjabat tangan Anda, namun saya ingin mengatakan satu hal, yaitu Anda harus keluar dari Ukraina!”. Demikian seperti dinyatakan jubir Harper, Jason MacDonald.

Menurut pernyataan Kremlin, Putin membalas dengan mengatakan, “sayangnya ini tidak mungkin, karena kami tidak berada di sana.”

Diduga karena sambutan kurang bersahabat pemimpin-pemimpin barat terkait krisis Ukraina, Putin pun meninggalkan pertemuan G-20 lebih cepat dari jadwal, yaitu Minggu pagi (16/11), ketika para pemimpin G-20 lainnya masih berkumpul hingga makan siang. Jubir pemerintah Rusia mengatakan bahwa Putin harus pulang lebih cepat karena perjalanan ke Rusia sangat jauh, dan ia butuh istirahat untuk bekerja kembali hari Senin.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL