LiputanIslam.com –  Dalam wawancara eksklusif dengan channel al-Alam, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Behram Ghasemi telah menyinggung beberapa isu penting regional dan global, terutama “fenomene D. Trump” serta hubungan antara Iran dan Arab Saudi, sebagai dua persoalan paling krusial dalam diplomasi Iran belakangan ini.

Dalam tinjauan analisisnya mengenai pendirian dan statemen-statemen Presiden Amerika Donald Trump yang disebutnya “fenomena” itu, Ghasemi menyebutkan beberapa ciri khas Trump dibanding para presiden AS sebelumnya. Ciri  khas ini dimulai  dari rencana-rencana kontroversial yang dia dengungkan dalam kampanye pilpres AS.

Kemudian, di hari-hari pertama menghuni Gedung Putih dia menujukkan perilaku-perilaku ganjil yang mengundang polemik, protes dan keresahan di tengah khalayak AS sendiri, hal  yang belum pernah terjadi di AS dalam beberapa dekade terakhir.

Sejak menghuni Gedung Putih sampai sekarang, gelagat dan pernyataan Trump seakan menunjukkan bahwa dia belum memulai kerjanya dengan serius. Dia melontarkan statemen-statemen emosional dan membuat keputusan-keputusan yang tergesa-gesa terkait dengan berbagai isu yang paling sensitif di dunia, tapi lalu mengendurkan pendiriannya di kemudian hari sehingga dia seolah masih sedang mengalami suasana kampanye pilpres.

Karena itu, Ghasemi menilai sejauh ini masih sulit untuk membuat penilaian yang serius dan akurat mengenai langkah-langkah final  yang akan ditempuh Trump terkait dengan isu-isu tersebut, dalam kapasitasnya sebagai presiden, bukan sebagai “capres”.

Diplomasi Iran tentu saja terus fokus meneropong keputusan dan statemen-statemen Trump, meskipun Teheran menganggapnya “nyeleneh” dan kontroversial sehingga sulit diterapkan dan tak didukung oleh keputusan hukum pengadilan. Betapapun demikian, Iran sudah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi segala kemungkinan.

Menurut Ghasemi, betapapun pintar dan tegarnya diplomasi Iran dalam berinteraksi dengan fenomena Trump, tapi di mata Teheran tetap tak ada jalan menyudahi gelagat permusuhan yang seakan sudah menjadi watak AS terhadap Iran. Bagi Teheran, apa yang dilontarkan Trump tak lain adalah lagu lama Gedung Putih, hanya saja kali ini lagunya lebih kencang, blak-blakan dan “tak munafik.”

Mengenai hubungan Iran dengan Arab Saudi, Ghasemi memastikan negaranya sangat mengharapkan penyelesaian semua kendala yang ada. Hanya saja, lanjutnya, hasrat Teheran tentu saja juga bergantung pada hasrat yang sama dari pihak Riyadh agar tak bertepuk sebelah tangan. Di mata Iran, Saudi harus bersedia mengoreksi beberapa kebijakannya selama ini demi menunjukkan hasrat itu.

Naifnya, hasrat untuk menormalisasi hubungan dengan Iran belum menampak dari Saudi karena Riyadh cenderung menjaga jarak dari realitas regional dan Republik Islam Iran. Sikap demikian merupakan konsekuensi logis dari kebergantungan prospek regional Timteng dan hubungan antarnegara di dalamnya pada kebijakan negara-negara asing yang jauh dari kawasan ini, pihak yang seakan mengalami mimpi buruk apabila negara-negara Islam dapat rukun dan akrab satu sama lain. Negara-negara asing ini menemukan interesnya ketika negara-negara Arab dan Islam terjebak dalam lingkaran krisis, konflik dan peperangan satu sama lain.

Ghasemi menyebutkan bahwa alih-alih menyesuaikan kebijakannya dengan realitas regional dan fakta Iran, Saudi dalam dua tahun terakhir ini melakukan berbagai kesalahan fatal yang membuat hubungannya dengan Iran menjadi runyam.

Dengan kekuatan dananya yang melimpah, Saudi melakukan berbagai sepak terjang untuk melemahkan Iran dan menciptakan musuh-musuh bagi Iran. Sepak terjang ini, meskipun telah membuat Saudi kewalahan secara finansial, tapi pengaruhnya terbatas dan tidak akan berjalan lama.

Saudi selama ini terbuai ilusi yang membuatnya terlilit pada banyak persoalan. Tapi, menurut Ghasemi, Saudi pada akhirnya tidak akan mampu bertahan menanggung beban semua persoalan ini sehingga cepat atau lambat Saudi akan berubah sikap, dan Ketika Saudi menunjukkan kebijakan yang konstruktif terhadap Iran maka Teheran jelas akan menyambutnya dengan tangan terbuka.  (mm)

Sumber: Alalam

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL