albaghdadi diduga tewasLiputanIslam.com – Belakangan ini tersiar berita simpang siur mengenai kondisi terkini pemimpin kelompok teroris Abu Bakar al-Baghdadi. Gembong teroris bernama asli Ibrahim al-Samarrai ini bahkan dikabarkan tewas terkena serangan udara.

Kamis pekan lalu al-Sumaria News mengutip keterangan sumber lokal Irak bahwa al-Baghdadi terluka akibat serangan udara pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) di provinsi Nineveh, Irak. Berita serupa sebelumnya juga dilansir oleh beberapa media lain.

Anehnya, lokasi peristiwa serangan yang menimpa al-Baghdadi itu simpang siur. Ada menyebutkan Raqqah, kota di Suriah yang diduduki dan dijadikan ISIS sebagai markas utama, dan ada pula yang menyebutkan Mosul, ibu kota provinsi Nineveh, Irak yang juga diduduki ISIS dan menjadi sarang mereka.

Tak lama setelah berita itu tersiar, pihak pasukan koalisi menyatakan tak dapat mengonfirmasi laporan tersebut.
Sebagian media bahkan menurunkan laporan relatif detail, misalnya dengan menyebutkan bahwa satu rudal telah menimpa tempat tinggal al-Baghdadi di Raqqah sehingga melukai al-Baghdadi dan beberapa orang dekatnya.

Namun demikian, seperti dilaporkan IRNA, laporan tentang itu tidak disebutkan dalam berbagai media ISIS, termasuk media resminya yang bernama Amaq dan Dabiq.

Para petinggi AS di Pentagon dan pasukan koalisi “anti-ISIS” mengaku tak menahu di mana al-Baghdadi bersembunyi.

Kabar angin seputar serangan pasukan koalisi terhadap al-Baghdadi dalam pekan ini juga santer di beberapa media dunia, khususnya Inggris. Bahkan, al-Baghdadi yang semula dikabarkan luka belakangan dikabarkan tewas.

Lembaga pemberitaan First Post mengabarkan bahwa media Amaq milik ISIS bahkan membenarkan berita kematian al-Baghdadi. Lembaga pemberitaan milik India ini antara lain bersandar pada laporan beberapa media Iran. Disebutkan bahwa pada hari ke-5 bulan suci Ramadhan al-Baghdadi tewas akibat serangan pasukan koalisi di Raqqah. International Bussines Times mengutip laporan koran Turki Yeni Safak bahwa media resmi ISIS membenarkan berita kematian al-Baghdadi.

Namun demikian, al-Sumari News milik Irak Minggu lalu melaporkan al-Baghdadi menderita luka-luka terkena serangan udara pasukan koalisi terhadap markas ISIS di lokasi yang berjarak 65 km dari kota Mosul.

Sedangkan Express UK memberitakan bahwa serangan udara itu menimpa konvoi ISIS yang di dalamnya terdapat al-Baghdadi dan beberapa orang terdekatnya.

Di tengah kondisi saling lempar berita ini CNN mengutip pernyataan utusan khusus AS di pasukan koalisi Brett McGurk bahwa meskipun kematian al-Baghdadi belum dapat dipastikan, tapi di saat yang sama juga tak ada indikasi bahwa al-Baghdadi masih hidup, sebab dalam beberapa bulan ini tak ada pesan apapun yang keluar dari al-Baghdadi.

Dalam beberapa bulan ini ISIS tertekan hebat di Irak dan Suriah. Pasukan teroris ISIS kocar-kacir di banyak kawasan Irak dan Suriah akibat serangan pasukan kedua negara sehingga banyak kota dan daerah terbebaskan dari cengkraman ISIS.

Terlepas dari apakah al-Baghdadi masih hidup atau tidak, yang jelas faham terorisme ISIS yang dilandasi doktrin Wahabisme itu masih mewabah di Irak, Suriah dan Timur Tengah secara umum. Radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme ISIS dan semisalnya tidak akan lantas memudar dengan kematian al-Baghdadi.

Pengalaman sudah membuktikan bahwa kematian pemimpin al-Qaeda dan Taliban tidak lantas membuat dua organisasi radikal ini gulung tikar. Karena itu, di tengah simpang siur berita tentang al-Baghdadi itu tentara dan pejuang Irak dan Suriah serta para sekutu mereka dapat dipastikan tetap terus berkonsentrasi dalam perang besar mereka melawan gerombolan-gerombolan teroris yang sebenarnya dimanfaatkan oleh negara-negara mustakbirin dunia semisal AS dan para sekutunya di Timteng untuk mengacaukan keamanan Irak dan Suriah karena kedua negara ini rapat dengan Iran sehingga praktis juga menjadi ancaman bagi Rezim Zionis Israel. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL