siluman al-daifAdalah “siluman” Mohammed al-Daif, panglima sayap bersenjata Hamas Brigade Ezzedin al-Qassam, yang dielu-elukan oleh penduduk Palestina di Jalur Gaza  pada Selasa 29 Juli lalu. Sang siluman, demikian media Israel menyebutnya, mengalami penampakan dalam bentuk rekaman suara yang kalem dan tenang namun tegas dan dengan nada penuh percaya diri. Saat itu, dalam rekaman audio berdurasi kurang dari empat menit  dia antara lain bersumpah bahwa tidak akan ada gencatan senjata antara al-Qassam dan Israel sebelum Tel Aviv menghentikan serangan dan menyudahi blokadenya terhadap Jalur Gaza.

Rekaman itu ditayangkan TV Aljazeera dan  mengawali rekaman video operasi penyusupan beberapa pasukan komando sayap militer Hamas ini ke sebuah pangkalan militer Israel di mana mereka  berhasil membunuh beberapa serdadu Zionis. (Baca juga : Ini Dia, Rekaman Video Serbuan al-Qassam ke Pangkalan Militer Israel).

Tapi siapakah siluman itu?

Nama lengkapnya adalah Mohammed Diab Ibrahim al-Masri, namun dia lebih dikenal dengan julukan Mohammed al-Daif, selain juga menyandang julukan Abu Khaled atau “siluman” atau “Jenderal Hamas”. Dia lahir dari keluarga yang sangat miskin di kota Khan Younis di ujung utara Jalur Gaza pada tahun 1965. Sedemikian papanya sehingga dia pernah berhenti bersekolah demi meringankan beban orang tuanya serta membantu ayahnya bekerja memintal kerajinan tangan. Dia juga pernah menjadi peternak ayam kecil-kecilan, dan sempat pula bekerja sebagai pengemudi mobil sebelum menjadi buronan Israel. Teman-temannya di lingkungan tempat dia dibesarkan menyebutnya sebagai pria terpercaya, periang, berjiwa tulus namun dengan pembawaan sedikit introvert atau tertutup.

Siluman Hamas ini termasuk orang yang tidak pernah percaya bahwa negosiasi dan perundingan damai akan berujung pada pembebasan Palestina. Baginya, “muqawamah” atau resistensi dan perlawanan adalah satu-satunya jawaban untuk pertanyaan bagaimana Palestina bisa bebas dari cengkraman penjajah Zionis. Dia membenci rezim-rezim Arab karena dia memastikan bahwa mereka tidak akan membantu membebaskan Palestina. Seperti ditulis al-Ahbar Kamis 31 Juli 2014, dia memilih bersekutu dengan Iran dan milisi Hizbullah yang berbasis di Lebanon serta dengan siapapun yang bersedia memberikan bantuan alutsista untuk resistensi Palestina, dan karena itu dia tidak menepis peranan Iran sebagai negara yang membekali Brigade al-Qassam dengan senjata. Dia menyebut apa yang diperankan Iran itu sudah menjadi kewajiban bagi sebuah bangsa Muslim.

Sebagai siluman, Mohammed al-Daif menjadi sosok yang paling misterius di daratan Palestina. Syahdan, sebagaimana ditulis Asharq Al-Awsat, ibunda al-Daif meninggal dunia pada tahun 2011. Semua petinggi Hamas mengikuti prosesi pemakamannya, tapi tidak jelas apakah al-Daif sendiri juga menghadiri prosesi. Orang-orang yang dekat dengan Hamas mengatakan bahwa dia menghadiri prosesi itu tapi tidak seorangpun mengenalnya. Ada yang mengatakan bahwa dia menghadirinya hanya sekitar lima menit kemudian menghilang lagi entah kemana. Ada pula yang mengatakan bahwa saat itu dia menyamar sebagai sosok pria lanjut usia. Dia mengucapkan salam perpisahan terakhir dengan ibundanya kemudian pergi dan menghilang lagi ke “dunia lain”.

Di jajaran komandan Brigade al-Qassam sendiri tak banyak orang yang mengetahui sosok al-Daif yang sesungguhnya, dan sedikit pula orang yang mengetahui bagaimana detik-detik perpisahan terakhir dia dengan ibunya. Konon, dia menjelma sebagai siluman sejak dua dekade silam. Dia tak pernah muncul di depan publik, dan kalaupun terlihat maka tidak akan ada orang yang mengetahuinya sebagai al-Daif.

Israel sendiri yang mencatatnya sebagai buronan nomor wahid sejak dekade 1990-an juga tidak sempat menyimpan satupun foto al-Daif. Dia menjadi buronan Zionis pasca peristiwa Intidada II. Dia tetap tak terdeteksi keberadaannya meskipun Israel bersusah payah dan tak pernah berhenti berusaha menghabisi atau meringkusnya.

Perdana Menteri Israel Shimon Peres pada tahun 2006 pernah meminta Presiden Palestina Yasser Arafat supaya mencokok al-Daif. Tapi Arafat sendiri malah mengaku heran dan tak pernah mendengar nama itu. Belakangan baru diketahui bahwa Arafat ternyata hanya berpura-pura tidak mengenalnya, padahal dia justu mendukung dan melindunginya.

Sebelum menghilang secara total, al-Daif sudah diburu Israel dan bahkan pernah beberapa kali menjadi sasaran teror dan dua kali mengalami cidera akibat serangan Zionis. Kini, dialah  sosok yang paling dikagumi oleh rakyat Palestina dan mendapat gelar sebagai “Menteri Pertahanan”. Semua kalangan, baik otoritas Palestina maupun Hamas, dan bahkan Israel memandangnya sebagai sosok pemegang kunci antara perang dan damai  Palestina-Israel. Para jurnalis di Israel acapkali bertanya-tanya, kapan al-Daif akan mengambil keputusan untuk menghentikan perang.

Dia bergabung dengan Hamas pada akhir-akhir 1987 melalui kedekatannya dengan masjid-masjid. Dia juga sempat melanjutkan pendidikannya dengan masuk ke Universitas Islam Gaza dan lulus S1 pada tahun 1988. Di kampus dia membentuk sebuah kelompok seni teatrikal Islam. Dia sangat menyukai dunia akting dan pernah beberapa kali berperan sebagai tokoh-tokoh legendaris. Dia memimpin komite kesenian selama beraktivitas di Dewan Senat Mahasiswa Universitas Islam.

Dia pernah dijebloskan ke dalam penjara selama 16 bulan tanpa proses pengadilan oleh Israel pada tahun 1989 dengan dakwaan terlibat dalam kegiatan militer Hamas. Namun, begitu keluar dari penjara, bukannya jera dia bersama relasinya malah merintis dan mendirikan Brigade Ezzedin al-Qassam yang kini menjadi faksi pejuang Palestina yang paling menghebohkan. Pada dekade 1990-an dia terlibat dan memantau berbagai operasi anti Israel dalam jumlah yang tak terkira.

Otoritas Palestina pada tahun 2000 menahan al-Daif atas instruksi Israel. Otoritas Palestinapun menahannya, tetapi sambil bermain mata karena hubungan al-Daif diam-diam sangat dekat dengan otoritas Palestina. Pasca teror Israel yang menggugurkan Panglima Brigade al-Qassam, Salah Shahade, pada tahun 2002 al-Daif tampil sebagai pengganti dan penerus Shahade sebagai orang nomor satu di sayap militer Hamas tersebut.

Dia menjadi target serangan teror Israel pada tahun 2001, namun dia lolos dari sergapan maut. Setahun kemudian, dia menjadi sasaran serangan lagi. Helikopter Apache Zionis menembakkan dua misil ke arah mobil al-Daif. Satu peluru mengena mobilnya, namun jiwanya kembali selamat. Dia hanya menderita luka dan dilarikan serta dirawat di tempat tersembunyi oleh Abdul Aziz al-Rantissi, tokoh Hamas penyandang julukan “Singa Palestina” yang kebetulan juga seorang dokter dan gugur syahid diteror Israel pada tahun 2004.

Israel masih terus berusaha merenggut nyawa al-Daif. Pada tahun 2003 jet tempur Israel berusaha menghabisi al-Daif dan sejumlah tokoh Hamas lainnya dengan membom sebuah rumah, tapi jet tempur terkutuk itu salah tembak dan mengena bagian dan tingkat lain bangunan tempat mereka berada. Pada tahun 2006, dia kembali diterjang teror Israel. Sebuah ledakan kuat menimpa rumah yang menjadi tempat rapat al-Daif bersama beberapa komandan al-Qassam. Kali inipun sosok pejuang tangguh dan gagah berani ini masih lolos dari sergapan maut, tapi pihak Israel memastikan dia menderita luka parah.

Israel meyakini al-Daif mengalami cidera tulang belakang dan menderita kelumpuhan serta kehilangan sebelah matanya, tapi Hamas sendiri tidak pernah memberikan komentar apapun tentang klaim Israel tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, sosok siluman misterius al-Qassam itu pernah dua kali mengalami penampakan di depan publik melalui rekaman kamera video, namun dengan separuh bayangan gelap yang menutupi wajah dan separuh bayangan lagi remang-remang sehingga tetap tidak terlihat bagaimana wajah dan wujudnya.

Al-Daif sedemikian dirahasiakan jatidiri dan keberadaannya sehingga tak seorangpun di Gaza berani mencoba bertanya-tanya tentang dirinya. Pernah dalam satu kasus yang terjadi pada beberapa tahun lalu seseorang diketahui mematai-matai keluarga al-Daif. Orang itu segera diringkus, diperiksa secara intensif dan akhirnya dihukum mati setelah terbukti bahwa dia adalah agen mata-mata Rezim Zionis Israel. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL