LiputanIslam.com –  Konferensi ke-6 mengenai dukungan untuk perjuangan pembebasan Palestina telah diselenggarakan di Teheran, Selasa – Rabu, 21-22 Februari 2017, dan menghasilkan deklarasi yang antara lain menyerukan penutupan kedutaan besar (kedubes) negara-negara Islam untuk Amerika Serikat (AS) jika negeri Paman Sam ini jadi memindah kedubesnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis (Yerussalem).

Dalam konferensi yang dihadiri oleh perwakilan dari 80 negara dunia ini telah ditekankan prinsip persatuan umat Islam serta pengerahan segenap kemampuan untuk mendukung perjuangan bangsa Palestina.

Iran sendiri sejak kemenangan revolusi Islam pimpinan Imam Khomaini di negara ini sampai sekarang selalu mengaitkan dirinya dengan isu Palestina dan tak henti-hentinya memberikan dukungan mental dan materi demi tegaknya perjuangan bangsa Palestina melawan angkara murka kaum Zionis yang telah mendirikan negara ilegal Israel dengan cara merampas dan menjajah negeri Palestina.

Tokoh faksi pejuang Palestina Hamas Sami Abu Zuhri menyebut konferensi di ibu kota Iran ini sebagai demonstrasi politik yang ditujukan untuk mengarahkan umat Islam kepada persoalan mereka yang paling sentral dan pokok selama ini.

Dia meminta umat Islam memberikan dukungan politik, propaganda, dan materi kepada muqawamah (resistensi) bangsa Palestina melawan Zionis.

Pesan Sayyid Ali Khamenei

Pemimpin Besar Iran, Sayyid Ali Khamenei, dalam kata sambutannya pada konferensi ini menyerukan kepada umat Islam agar jangan sampai mengabaikan bahaya eksistensi rezim Zionis, dan karena itu mereka harus dapat memenuhi segala kebutuhan untuk kelanjutan muqawamah Palestina.

“Dalam rangka ini, setiap bangsa dan pemerintah di kawasan dan semua pendamba kemerdekaan di dunia harus memenuhi kebutuhan pokok bangsa yang resisten ini,” serunya.

Dia menjelaskan bahwa dewasa ini kebutuhan pokok itu ada di Tepi Barat karena wilayah ini sekarang sedang menanggung beban utama intifadah. Dia juga meminta para pejuang Palestina agar menarik pelajaran dari masa lalu muqawamah.

“Mereka (para pejuang Palestina) hendaknya mengingat poin penting bahwa muqawamah dan Palestina terlalu tinggi dan penting daripada ketersibukannya oleh perselisihan yang terjadi antarnegara Islam dan Arab, atau perselisihan internal berbagai negara, atau perselisihan kesukuan dan sektarian. Orang-orang Palestina, terutama kelompok-kelompok pejuang muqawamah hendaknya mengetahui ketinggian kedudukan muqawamah dan tidak terpengaruh oleh semua perselisihan ini,” pintanya.

Dia mengingatkan bahwa membela Palestina sudah menjadi kewajiban seluruh umat Islam tanpa berharap pamrih apapun.

“Sikap kami terhadap muqawamah bersifat prinsipal dan tak ada kaitannya dengan golongan tertentu. Kami mendukung kelompok manapun yang bertekad di jalan ini, dan kelompok manapun yang keluar dari jalan ini praktis akan menjauh dari kami,” ujarnya.

Mengenai adanya perselisihan antarkomponen Palestina sendiri dia menilainya sebagai sesuatu yang wajar, dapat dimengerti, dan pada batas tertentu justru dapat saling melengkapi demi mengoptimalkan perjuangan, namun akan menjadi masalah besar apabila perselisihan ini berubah menjadi konflik dan konfrontasi antarfaksi pejuang.

“Dalam kondisi demikian maka semua faksi justru akan saling melemahkan, dan praktis bergerak di jalan yang dikehendaki musuh bersama,” tuturnya.

Sayyid Khamenei berpesan bahwa menajemen perbedaan persepsi dan “citarasa” merupakan “keterampilan”  yang harus dimanfaatkan dengan baik oleh semua faksi pejuang, dan mereka harus mengatur semua rencana perjuangannya sedemikian rupa yang sekiranya tidak menimbulkan tekanan kecuali terhadap musuh.

Dia juga mengingatkan bahwa muqawamah dewasa ini sedang menghadapi satu bentuk konspirasi lain di mana ada pihak-pihak tertentu menyamar sebagai kawan, tapi kubu muqawamah terlampau pintar untuk masuk ke dalam jebakan, terlebih karena bangsa Palestina berperan sebagai “pemimpin sejati” bagi perjuangan dan muqawamah.

Dia memastikan bahwa pengalaman di masa lalu membuktikan bahwa dengan kewaspadaannya terhadap situasi bangsa Palestina dapat mengatasi berbagai upaya penyimpangan, dan ketika ada satu komponen yang terjebak maka rakyatnya tetap dapat melakukan pemulihan.

Dia menegaskan, “Ketika ada suatu kelompok mencampakkan bendera muqawamah maka pasti akan ada pula kelompok lain yang muncul dari kedalaman rakyat Palestina untuk menjunjung tinggi bendera ini.”

Di bagian akhir pesannya, Sayyid Khamenei meminta para peserta konferensi agar fokus pada isu Palestina saja, karena menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi penurunan gradasi kepedulian kepada isu Palestina.

Dia berharap pertemuan di Teheran ini dapat menjadi contoh bagi umat Islam untuk kembali percaya kepada titik-titik persamaan dibanding perselisihan yang ada di antara mereka, dan yakin bahwa penyelesaian semua perselisihan satu persatu akan semakin memperkuat umat Nabi Muhammad saw.

Deklarasi Konferensi

Di akhir sesi konferensi Teheran, Rabu (21/2/2017), para peserta menyampaikan apresiasinya kepada segenap pihak di Iran yang telah memfasilitasi dan menyukseskan konferensi ini.

Dalam deklarasinya mereka menyebut pesan Sayyid Ali Khamenei sebagai dokumen utama konferensi ini, serta menyerukan penutupan kedubes negara-negara Arab untuk AS di Washington jika Gedung Putih nekat memindah kedubesnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis.

Deklarasi itu juga memuji kesolidan dan prestasi para pejuang muqawamah di Lebanon, menekankan keharusan mendukung mereka demi membebaskan wilayah-wilayah yang masih diduduki Zionis, termasuk Dataran Tinggi Golan, dan menyerukan dukungan secara total kepada para mujahidin Palestina, sekaligus menyeru faksi-faksi mujahidin ini agar menyatukan visi dan misi serta berada di satu barisan perjuangan.

Lebih jauh, deklarasi itu menyerukan kepada khalayak internasional agar peduli dan turun tangan mencegah upaya pengubahan kota al-Quds alias Baitul Maqdis dari status asalnya serta meningkatkan upaya untuk mengakhiri pendudukan yang sudah berjalan selama tujuh dekade dan menjaga integritas Palestina sesuai latar belakang historisnya. (mm)

Sumber: Al-Alam/IRNA

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL