bus-hijau-homs-suriahLiputanIslam.com –  Aleppo. Itulah nama kota di Suriah yang menjadi tempat para pemberontak dan teroris Suriah menggantungkan harapan untuk membangun kekuatan besar demi menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Sudah empat tahun mereka menguasai bagian timur kota ini sehingga  wilayah ini praktis menjadi markas besar mereka.

Namun demikian, sejak pekan lalu tekanan tentara Suriah, Pasukan Arab Suriah (Syrian Arab Army/SAA) dan sekutunya terhadap mereka di kawasan   itu tampak bertubi-tubi dan membuat mereka kocar-kacir setelah sekian lama terkepung. Satu persatu lingkungan atau daerah permukiman di bagian utara Aleppo timur jatuh dan kembali ke tangan SAA.

Banyak kalangan lantas berspekulasi bahwa kisah gejolak pemberontakan di negara ini sudah mendekati tamat, apalagi bantuan asing kepada kawanan bersenjata berkurang drastis. Ada kabar bahwa sebagian kelompok militan itu lebih mengharapkan negosiasi yang dapat meloloskan mereka dari Aleppo menuju Idlib, mirip dengan apa yang pernah terjadi di sejumlah kota Suriah yang dikepung oleh SAA dan sekutunya.

Tak kurang dari 10 daerah permukiman dengan luas total 20 km persegi telah kembali ke tangan SAA melalui operasi serangan darat yang telah berjalan hanya beberapa hari terhadap Aleppo timur dan berhasil membuyarkan kubu-kubu pertahanan kaum militan.

SAA bersumpah untuk terus menggempur mereka hingga “eksistensi kawanan bersenjata musnah.” Bagian utara Aleppo timur yang jatuh ke tangan SAA menempati 40 persen wilayah seluas 45 km persegi tersebut.

SAA berhasil bergerak cepat setelah menguasai kawasan Hanano, kemudian berlanjut ke kawasan Sulaiman al-Halabi di sisi utara jalur bandara, lalu ke kawasan Bustan al-Basha, kawasan al-Halak dan seterusnya. Milisi Kurdi dikabar ikut terlibat dalam pembebasan sebagian kawasan. Pihak pemberontak menuduh mereka berpihak kepada SAA.

Keberhasilan SAA merebut kawasan Sulaiman al-Halabi membantu terhubungnya bagian utara Aleppo timur dengan Aleppo barat yang sejak awal memang dikuasai SAA. Selain itu juga memuluskan perjuangan SAA menguasai lokasi yang menghubungkan daerah-daerah permukiman dengan stasiun pompa air utama yang semula dikuasai dan dijadikan oleh militan sebagai senjata untuk menguasai Aleppo selama empat tahun terakhir.

Dengan demikian SAA telah menempuh langkah besar untuk menyudahi gejolak di daerah-daerah itu, sementara kawanan bersenjata dewasa ini berkonsentrasi di bagian selatan jalur bandara hingga kota lama Aleppo.

Sumber militer mengatakan bahwa selanjutnya SAA akan menghadapi masalah berat. Mereka harus ekstra hati-hati karena berbagai pertimbangan, antara lain menyangkut kondisi kota lama Aleppo yang merupakan cagar budaya negara ini, serta padatnya penduduk yang membuat bangunan di sana rapat dan  berhimpitan satu sama lain.

Kondisi di sana berbeda dengan kawasan yang sejauh ini sudah berhasil dibebaskan oleh SAA. Bangunan di sana berjauhan satu sama lain karena penduduknya tidak terlalu padat.

Meski demikian, sumber militer mengatakan, “Hari-hari kawanan bersenjata di Aleppo sudah terbatas.” Dia menambahkan, “Kawanan bersenjata sudah ambruk, lari dari pertempuran dalam bentuk  yang tak kami bayangkan sebelumnya, dan ini akan memuluskan gerak maju dan cepat tentara selanjutnya. Bisa jadi kawanan bersenjata pada akhirnya akan tunduk pada penekenan kesepakatan yang dapat mengeluarkan mereka dari kubangan ini, untuk dipindah ke provinsi Idlib, misalnya, seperti yang pernah terjadi Homs dan provinsi Damaskus.”

Langkah SAA selanjutnya, menurut sumber-sumber lapangan, bertujuan terutama mengamankan jalur bandara dari  serangan lawan supaya bandara internasional Aleppo dapat dioperasikan lagi setelah tidak aktif selama lebih dari empat tahun. Tujuan lainnya ialah menyempitkan ruang gerak kawanan bersenjata di dalam dan di sekitar kota lama Aleppo.

SAA bersiap memasuki tahap ini dengan cara membuka beberapa front pertempuran di saat bersamaan dari tiga arah; timur, utara dan barat. SAA juga menekan mereka yang terkepung itu dengan cara membuka front sampingan di ujung selatan Aleppo dengan tujuan memukul mundur mereka yang berkonsentrasi di kawasan itu menuju bagian tengah Aleppo.

Bersamaan dengan gencarnya operasi militer ini, SAA juga melakukan operasi kemanusiaan secara masif sehingga ribuan keluarga telah dievakuasi setelah sebelumnya hidup di bawah tekanan kawanan bersenjata yang terkepung, dan dilarang keluar dari Aleppo timur dalam berbagai momen gencatan senjata yang pernah diterapkan dalam dua bulan terakhir.

SAA, pasukan keamanan, lembaga-lembaga pertolongan dan peduli kemanusiaan telah dikerahkan dalam jumlah besar untuk menangani dan menyambut warga sipil yang menjadi korban perang itu. Beberapa pusat penampung telah disiapkan, terutama di desa Jabrin di timur Aleppo.

“Pemerintah Suriah memberikan kepedulian besar kepada keluarga-keluarga itu di semua level,” ujar sumber lembaga kemanusiaan.

Sumber keamanan mengatakan sebanyak lebih dari 100 militan telah menyerahkan diri kepada tentara Suriah di kawasan al-Haidariyah dan al-Sakhur. Selain itu, SAA telah menerima surat-surat dari kelompok-kelompok bersenjata yang bermarkas di lingkungan al-Shiar dan jalan al-Bab berisikan permohonan jaminan keamanan jiwa untuk penyerahan diri mereka.

Kegagalan kelompok-kelompok besar militan memecah kepungan SAA terhadap Aleppo timur menjadi faktor utama kacaunya barisan militan yang terjadi bersamaan dengan intensitas serangan SAA terhadap markas-markas militan dan gudang-gudang amunisi mereka dalam dua pekan terakhir. Karena itu, beberapa rekaman video yang dipublikasi oleh Media War memperlihatkan seruan-seruan mereka agar mendapat bantuan.

Ada pula laporan-laporan yang menyebutkan bahwa para pemimpin sejumlah kelompok bersenjata telah kabur meninggalkan front-front pertempuran, sehingga jalan penyelesaian satu-satunya adalah “barisan bus hijau”, yaitu barisan bus yang dulu dikerahkan untuk memindah kawanan bersenjata dari Homs dan Rif Damaskus ke tempat lain setelah mereka menyerahkan wilayah-wilayah mereka kepada SAA. (mm)

Sumber: Al-Safir

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL