LiputanIslam.com –  Senin 1 Oktober 2018 dunia dikejutkan oleh kabar gempuran rudal Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) ke posisi-posisi kelompok teroris ISIS di kawasan timur Furat dekat kota Abu Kamal (Bukamal), Suriah timur. IRGC melancarkan serangan bersandi “Hantaman Muharram” terhadap markas para petinggi ISIS di distrik Hajin, provinsi Deir Ezzor, sebagai balasan atas serangan teror terhadap parade militer di kota Ahwaz pada 22 September 2018.

Serangan ini berjalan dengan sangat cermat dan terjadi setelah dilakukan pemantauan terhadap pergerakan kelompok yang merencanakan serangan teror ke Ahwaz, dan di kawasan itu sisa-sisa anasir ISIS yang kalah perang masih beraktivis meskipun di lokasi lain yang berjarak 5 mil darinya terdapat pangkalan militer Amerika Serikat (AS).

Dilaporkan bahwa IRGC telah menembakkan 6 rudal jarak menengah dari provinsi Kermanshah, Iran barat, yang berjarak 570 kilometer dari target.

Menariknya, dalam serangan ini IRGC untuk pertama kalinya menggunakan jet tempur nirawak di luar wilayah Irak. Keterangan detail mengenai nirawak itu baru mengemuka ketika saluran 2 TV Iran menayangkan pelucurannya dan penjatuhan bom-bom pintar oleh ke posisi ISIS.

Menurut statemen Humas IRGC, sebanyak 7 unit nirawak milik lembaga ini turut menggempur markas ISIS dengan bom-bom berat menyusul hantaman enam rudal.  Statemen ini tidak menyebutkan jenis nirawak itu, tapi dalam video yang ditayang saluran 1 TV Iran terlihat penerbangan nirawak Saeqeh dan penjatuhan bom pintar ke sasaran dengan sangat akurat.

Rincian Nirawak Saeqeh

Pada 4 Desember 2011 dunia dikejutkan oleh kabar keberhasilan IRGC membajakkan dan mendaratkan nirawak siluman “RQ-170 Sentinel” milik AS. AS meragukan kemampuan Iran memecah kode data nirawak canggih ini lalu membuat duplikatnya, namun Iran pada akhirnya mengumumkan keberhasilannya membuat nirawak yang dinamainya “Simorgh” dengan teknologi rekayasa terbalik untuk misi yang sama dengan RQ-170 .

Namun, Iran tak berhenti di situ, melainkan melangkah lebih jauh dengan membuat nirawak yang lebih kecil dari Simorgh dengan nama “Saeqeh” dan menambahkan padanya misi tempur.

Menurut keterangan sumber-sumber yang dekat dengan IRGC, Saeqeh adalah nirawak jarak jauh dan merupakan satu-satunya nirawak yang dapat menjatuhkan bom pintar “Sadid 342” pada jarak lebih dari 1000 kilometer.

Sadid 342 tergolong bom paling pintar buatan Iran dengan desain khusus nirawak yang diproduksinya pada tahun 2011. Bom seberat 34 kilogram ini memiliki hulu ledak fisi, berdaya ledak besar, dan dapat membidik sasaran dengan presisi yang sangat tinggi kapanpun dan dalam segala kondisi cuaca.  

Kemampuan militer di bidang pesawat nirawak mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dan kini setelah operasi “Hantaman Muharram” kemampuan ini telah memasuki babak operasional dengan sasaran langsung kelompok teroris sehingga menjadi pesan bagi dunia bahwa kemampuan militer Iran tak dapat diremehkan, dan bahwa negara republik Islam ini siap mengerahkan bom-bom berat dan pintarnya dalam membalas serangan dari pihak manapun. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*