LiputanIslam.com –  Sejak Suriah dilanda krisis pemberontakan negara ini menjadi lahan yang subur bagi pembiakan ratusan kelompok teroris yang disponsori oleh berbagai negara regional Timteng dan Barat, dan banyak di antaranya tersebar di provinsi Idlib dan bagian utara provinsi Hama.

Tentu sulit untuk mendata semua kelompok teroris itu. Karena itu cukup kiranya dalam catatan ini dicantumkan beberapa kelompok bersenjata termuka di bagian utara Suriah sebagai berikut;

Di bagian utara provinsi Hama “Jaysh al-Izza” (JI) adalah kelompok bersenjata terkemuka dan menjalin hubungan erat dengan kelompok Hayat Tahrir al-Sham alias Jabhat al-Nusra yang semula merupakan cabang al-Qaeda di Suriah. Jamil Salih, pemimpin JI, bahkan diam-diam berbaiat kepada pemimpin Jabhat al-Nusra, Abu Mohammad al-Golani.

Hubungan JI dengan Jabhat al-Nusra berkembang setelah pusat operasi militer (MOC) yang dikendalikan oleh intelijen Turki berhenti mendukung JI karena JI menentang peranan Turki dalam prakarsa segi tiga Rusia, Iran, dan Turki di Astana, ibu kota Kazakhstan.

Kelompok lain yang menonjol di sana adalah Jabhat al-Inqaz dan Resimen 111, dua komponen utama aliansi Jaish al-Nasr yang mengalami keretakan serius.

Di Hama juga ada aliansi bernama Jabhat al-Wataniyah li al-Tahrir  (JWT) serta beberapa kelompok yang terbentuk setelahnya, antara lain; Faylaq al-Sham, Nouredin al-Zenky, Ahrar al-Sham, dan Jaish al-Ahrar.

Di provinsi Idlib selain terdapat JWT  juga bertebaran kelompok-kelompok teroris lain yang sebagian di antaranya melibatkan banyak warga negara asing dari Turkistan, Kaukasus, dan negara-negara Arab Teluk Persia.

Aliansi JWT saat dibentuk pada akhir Mei lalu melibatkan 11 kelompok bersenjata, yaitu; Faylaq al-Sham, Jaish Idlib al-Hur, Firqa al-Sahiliya al-Ula, Firqa al-Sahiliya al-Thania, Firqa al-Ula Mushat, Jaish al-Thani, Jaish al-Nukhba, Jaish al-Nasr, Liwa Shuhada al-Islam fi Dariya, Liwa al-Hurriyah, dan Firqa 23.

Pada 1 Agustus 2018 aliansi ini di Idlib membengkak karena beberapa kelompok lain bergabung dengannya, yaitu; Harakah Ahrar al-Sham, Nouredin al-Zenky, Jaish al-Ahrar, Aluwiyah Shaqur al-Sham, dan Tajamu Dimasyq. Aliansi ini dipimpin oleh ketua umum Faylaq al-Sham, Fazlullah al-Haji alias Abu Yamin. Di aliansi ini dia memiliki dua wakil; yaitu Mostafa Sarhan dari kelompok Saqour al-Sham dan Walid al-Hashi alias Abu Hashim dari kelompok Jaish al-Ahrar.

Hayat Tahrir Sham yang semula bernama Jabhat al-Nusra adalah kelompok yang menguasai kota Idlib dan sebagian besar wilayah provinsi Idlib serta pintu perbatasan Bab al-Hawa antara Suriah dan Turki setelah bertempur sengit dengan berbagai kelompok bersenjata lain selama beberapa bulan terakhir.

Hayat Tahrir Sham berkoalisi dengan al-Hizb al-Turkistani yang terdiri atas para kombatan asal Cina. Para anggota al-Hizb al-Turkistani bersama keluarganya tinggal di kawasan Darkush di sekitar kota Jisr al-Thughur, provinsi Idlib, dengan bantuan Turki yang memandang mereka sebagai sisa-sisa era Dinasti Ottoman di Asia Tengah, apalagi mereka juga berbicara dengan bahasa Turki.

Di provinsi Idlib juga terdapat kelompok-kelompok lain yang berafiliasi dengan al-Qaeda, antara lain Halaf Nusrat al-Islam yang merupakan gabungan Ansar al-Tauhid dan Haras al-Din serta menampung orang-orang yang keluar dari Hayat Tahrir Sham setelah Hayat Tahrir Sham berselisih dengan al-Qaeda, termasuk ratusan warga negara asing dari Arab dan lain-lain. Ansar al-Tauhid dipimpin oleh Abu Dzayyab Sarmin, dan para anggotanya tersebar bukan hanya di provinsi Idlib melainkan juga di Pegunungan Latakia.

Di bagian utara provinsi Latakia terdapat kelompok-kelompok yang disponsori Turki yang menganggap mereka sebagai perpanjangan etniknya, antara lain al-Firqa al-Turkmaniyah al-Sahiliya al-Ula dan al- al-Firqa al-Turkmaniyah al-Sahiliya al-Thania, dua kelompok yang belakangan bergabung dengan aliansi Jabhat al-Wataniya li al-Tahrir dan berperang di provinsi Latakia, terutama di Pegunungan Turkman, bersama para teroris asal Cechnya dan Kaukasus.

Para teroris asal Kaukasus tersebar di bawah tiga bendera utama, yait; Junud al-Sham pimpinan Muslim al-Shishani, Harakah Ajnad al-Qauqaz pimpinan Al-Hakim al-Shihani, dan Jaish a-Asr.

Wilayah Kekuasaan

Di provinsi Hama, Pasukan Arab Suriah (SAA) menguasai kawasan seluas 9000 km persegi  (96% total wilayah provinsi ini), sedangkan sisanya seluas 400 km (4%), dikuasai oleh kelompok-kelompok teroris.

Di provinsi Idlib, SAA menguasai 1300 km persegi (21%), sedangkan sisinya seluas 4700 km (79%) dikuasai kelompok-kelompok teroris.

Di provinsi Latakia, SAA menguasai 2200 km persegi (96%), sedangkan kelompok-kelompok teroris menguasai 97 km (4%).

Di provinsi Idlib, SAA menguasai 9600 km persegi (51%), sedangkan kelompok-kelompok milisi Kurdi menguasai 4200 km persegi (22%), milisi Ghusn al-Zaitun dan Dara’ al-Furat yang didukung Turki menguasai 4200 km persegi (22%), dan kelompok-kelompok bersenjata lain menguasai 1000 km persegi (5%).

Pada skala total wilayah Suriah, SAA menguasai 64%, kelompok-kelompok bersenjata di utara menguasai 3,3%, kelompok-kelompok milisi Kurdi menguasai 27%, kelompok Dara’ al-Furat dan Ghusn al-Zaitun menguasai 2,2%, sedangkan kelompok-kelompok teroris di kawasan al-Tanaf hanya menguasai 3%.  (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*