tank-hizbullah03LiputanIslam.com – Untuk pertama kalinya sejak berdiri pada tahun 1982 pasca serangan Israel ke Lebanon, gerakan Hizbullah yang berbasis di Lebanon selatan menggelar parade militer besar-besaran di luar Lebanon, tepatnya di kota Qusayr, provinsi Homs, Suriah, Minggu (13/11/2016).

Selain itu, sebagaimana dilaporkan berbagai media Timteng, termasuk Rai al-Youm, al-Safir, dan el-Nashra untuk pertama kalinya pula, pada kesempatan itu Hizbullah terlihat memiliki tank dan mengerahkannya dalam jumlah besar dalam sebuah parade militer. Foto-fotonya tersebar di media sosial masyarakat Arab Timteng.

Parade itu dilakukan untuk menandai peringatan “Hari Syahid” yang mengenang kepahlawanan Ahmad Qusayr yang merupakan pejuang Lebanon pertama yang melancarkan serangan berani mati syahid dengan meledakkan dirinya di sebuah markas tentara Israel pada tahun 1982. Aksi heroik Qusayr  itu lantas mengundang aksi serupa dari para pejuang Lebanon lain dari berbagai faksi. Aksi itu pula yang kemudian membidani lahirnya “muqamawah Islamiyyah” hingga kemudian berdirinya Hizbullah.tank-hizbullah01

Dalam parade itu Sayyid Hasyim Safiyyuddin, ketua dewan eksekutif Hizbullah, memberikan kata sambutan mewakili Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah. Parade itu dilakukan tidak dengan sepenuhnya terbuka agar tidak mengundang kedatangan banyak orang atau dipantau oleh Israel dengan berbagai sarana canggihnya, termasuk satelit pengintai.

Qusayr dipilih sebagai tempat parade karena daerah ini memiliki nilai simbolik bagi Hizbullah, sebab dari kota inilah milisi tangguh ini masuk ke Suriah pada tahun 2013 untuk membela pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad melawan badai pemberontakan dan terorisme.

Selain itu, Qusayr yang berbatasan dengan Lebanon dari arah utara, selatan dan barat itu juga diteropong oleh Israel. Sejak  Hizbullah masuk ke kota ini, berbagai laporan dari pihak Amerika Serikat (AS) dan Israel yang didukung pencitraan satelit menyebutkan adanya instalasi-instalasi peluncur rudal jelajah, terowongan, dan pabrik-pabrik amunisi di kota ini.

tank-hizbullah02Atas dasar ini, parade militer Hizbullah di Qusayr boleh dikata digelar secara terbuka sehingga praktis menjadi pesan tersendiri bagi Pasukan Pertahanan Israel (IDF), dan menepis klaim-klaim Tel Aviv sebelumnya berkenaan dengan serangan udara pasukan Zionis Israel terhadap fasilitas dan persenjataan canggih Hizbullah.

Menurut al-Safir, foto-foto parade militer yang ditunjukkan Hizbullah, meski secara informal, adalah bagian kecil dari “panorama akbar”, baik dari segi satuan pasukan yang terlibat dalam parade maupun dari segi keistimewaan persenjataan. Senjata yang dikerahkan antara lain apa yang disebut Israel sebagai “pemecah keseimbangan penangkisan (deterrence)”.

Karena itu, intelijen Israel meneropong dengan cermat gambar-gambar yang didapatnya melalui pencitraan satelit, bukan melalui berbagai media sosial. Di pihak lain, para tokoh Hizbullah, termasuk Sayyid Hasyim Safiyuddin sendiri, memonitoring komentar dan analisis media Israel tanpa mempedulikan komentar para pakar strategi yang mengaitkan parade itu dengan kemenangan Hizbullah dalam kontroversi kepresidenan di Lebanon.

Bagi Hizbullah, parade  ini lebih berkenaan dengan latar belakang keterlibatannya selama empat tahun dalam perang Suriah, yang menjadi pengalaman pertama nan penuh pengorbanan  dalam sejarahnya. Pengalaman yang membuktikan ketangguhan Hizbullah secara militer, persenjataan dan keorganisasian, dan pengalaman di mana kelompok pejuang ini mengemban dua misi sekaligus; membela pemerintah Suriah dan melindungi eksistensi Lebanon.

Prinsip muqawamah (resistensi) melandasi dua misi itu, dan Hizbullahpun lantas memainkan dua peranan sekaligus, yaitu menghadapi bahaya kaum intoleran takfiri dan bahaya Zionisme Israel.  Para pejuang Hizbullah bergerak dari Qusayr menuju Talkakh, lalu menuju Homs, Qalamoun hingga Zabadani, Damaskus dan Aleppo. “Kita ada di mana kita memang harus ada,” sumbar Sayyid Hassan Nasrallah.tank-hizbullah04

Sekarang Hizbullah kembali ke Qusayr untuk berparade menandai peringatan Hari Syahid. Dan ini terjadi ketika pasukan Hizbullah lainnya di kota dan provinsi Aleppo terus beraksi menekan pasukan pemberontak dan teroris bersama pasukan Suriah dan Rusia serta kelompok-kelompok pasukan rakyat Suriah lainnya.

Menurut al-Safir, adanya barisan pasukan tank dan mobil lapis baja Hizbullah di Qusayr membuat kelompok pejuang Muslim Lebanon tidak lagi seperti laiknya pasukan milisi, melainkan lebih menyerupai angkatan bersenjata sebuah negara. Ini praktis juga menjadi pesan jelas bagi Israel bahwa perangnya melawan Hizbullah di masa yang akan datang tidak lagi berkutat di Lebanon yang merupakan tanah kelahiran Hizbullah, melainkan bisa jadi akan lebih luas dan krusial secara strategis, geografis, dan militer.

Pesan lainnya ialah bahwa dalam perang Suriah terkandung fakta adanya korelasi eksistensial dan masa depan yang bukan saja antara pemerintah Suriah dan Hizbullah, melainkan juga antarnegara regional dan global yang memiliki kebijakan dan opsi serupa.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL