LiputanIslam.com –  Untuk kedua kalinya dalam tempo kurang dari satu bulan, petinggi Gerakan Perlawanan Islam Palestina, HAMAS, muncul di depan publik disertai gambar dan suara menyatakan keinginan gerakan ini untuk terhubung lagi dengan pemerintah Suriah dan menyudahi kondisi kelam yang baru saja berlalu.

Setelah beberapa pekan lalu tokoh HAMAS Yahya Sinwar berbicara tentang Suriah kepada saluran al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon, belakangan ini Ketua Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh kepada Sputnik milik Rusia menepis dukungannya kepada pemberontak Suriah, dan menegaskan bahwa apa yang dikaitkan kepadanya tentang ini tidaklah akurat.

Dia menekankan bahwa HAMAS tak pernah memusuhi pemerintah Suriah. Sebaliknya, dia menilai pemerintah dan rakyat Suriah selalu berpihak kepada HAMAS dalam berbagai momen krusial serta memberikan banyak bantuan kepada HAMAS.

Haniyeh adalah sosok yang telah dipilih sebagai pemimpin HAMAS, dan belakangan ini isu Palestina kembali mengemuka di pentas regional dan global setelah banyak warga Palestina berguguran diserang Israel dalam aksi damai The Great March of Riturn. Karena itu, pernyataan demikian dari Haniyeh tak pelak menandai adanya transformasi besar di tubuh HAMAS dan berbaliknya gerakan ini kepada Poros Resistensi yang notabene pendukung utamanya selama ini sehingga layak mendapat apresiasi.

Belum jelas bagaimana respon terkini pemerintah Suriah terhadap statemen Haniyeh maupun Sinwar. Yang jelas, Damaskus selama ini tak dapat menyembunyikan kemarahannya terhadap HAMAS sehingga terlihat menghindari banyak mediator yang membawa pesan hasrat HAMAS untuk memulihkan hubungan dengan Damaskus, terutama Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah dan para petinggi Iran, termasuk Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Qasem Soleimani.

Kemarahan Suriah tentu dapat dimaklumi, sebab selama ini sangatlah besar peran dan pengorbanan Suriah dalam mendukung Palestina sehingga bahkan terlibat dalam empat perang melawan Israel yang kemudian berdampak pada diduduki Dataran Tinggi Golan milik Suriah oleh Israel. Suriah juga menampung lebih dari 400,000 pengungsi Palestina, dan para pengungsi inipun sama sekali tidak merasa asing di Suriah karena mereka diperlakukan sama persis dengan warga Suriah sendiri.

Di tengah krisis Suriah, rakyat dan pemerintah negara ini terpukul oleh sikap HAMAS yang telah mudah sekali terpengaruh oleh faktor-faktor geografis, informasi menyesatkan, perhitungan yang mentah, dan arus aliansi militer Arab Teluk yang selalu menjadi ujung tombak agenda Amerika Serikat (AS) untuk menciptakan konflik di Timteng dan menutup berkas perkara Palestina.

Namun demikian, dalam tubuh HAMAS juga terdapat sayap militer bernama Brigade Ezzeddin al-Qassam. Ujung tombak HAMAS ini justru tak pernah keluar dari Poros Resistensi dan konsisten pada penguatan hubungan dengan kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon dan para petinggi Iran yang telah menyokong sayap militer HAMAS dengan senjata dan teknologi rudal yang terbukti telah mengguncang Israel dalam tiga kali perang.

Sementara itu, Presiden Suriah Bashar Assad dalam pertemuan dengan para pemimpin media di negaranya bulan lalu mengungkap adanya perbaikan hubungan Suriah dengan Qatar belakangan ini. Ini menandakan adanya pertemuan-pertemuan rahasia. Di saat yang sama, saluran TV Aljazeera yang berbasis di Qatar juga memperlihatkan terjadinya perkembangan signifikan ini. Aljazeera terlihat melunak dan memilih bersikap pragmatis terhadap Suriah. Karena itu, wajar apabila pragmatisme demikian pada akhirnya juga menyentuh para petinggi politik HAMAS.

Suriah tetap merupakan bangsa dan negara besar dan berjiwa besar. Karena itu, Suriah pada akhirnya akan kembali menerima dengan lapang dadang hasrat  HAMAS yang bagaimanapun juga merupakan kelompok yang konsisten berjuang membebaskan Palestina sehingga diblokade habis-habisan oleh Rezim Zionis.

Dengan kata lain, faktor perbedaan antara HAMAS dan Suriah terlampau kecil dibanding faktor persamaannya. Atas dasar ini, bukan tak mungkin Ismail Haniyeh dan para petinggi HAMAS lainnya dalam waktu dekat akan berkunjung ke Damaskus.  (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*