palestina abdel bari atwanBeirut, LiputanIslam.com – Kolumunis tersohor dunia Arab Abdel Bari Atwan memberikan catatan khusus tentang surat terbuka Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Dia menilai surat itu telah memompa semangat para pejuang Gaza sekaligus mengguncang Israel.

“Surat terbuka Mayjen Ghassem Soleimani yang dirilis bersamaan dengan pesan Mujahid al-Daif (Panglima Brigade al-Qassam, Mohammad al-Daif) dan berisikan penegasan atas dukungan penuh Iran kepada pejuang Palestina dan penolakan terhadap perlucutan senjata mereka tak syak lagi telah memompa nyali para pejuang di Jalur Gaza, menakutkan dan menggetarkan para pemimpin Israel sekaligus menyesakkan dada para pemimpin Arab yang telah dengan gegabah merunduk pada kemenangan Israel,” tulis Atwan dalam editorial media online Rai al-Youm, Rabu (30/7/2014).

Penulis produktif dan kondang berdarah Palestina ini melanjutkan, “Iranlah yang membekali para pejuang Palestina dengan semua keterampilan dan teknologi yang dibutuhkan untuk pembuatan rudal, baik rudal yang menerjang Tel Aviv, Haifa, Netanya, Eilat dan Dimona sehingga empat juta pemukim Israel bersembunyi ke tempat-tempat perlindungan maupun roket lain (Cornet) anti tank yang telah menghadang gerak maju tank-tank Israel ke kedalaman Jalur Gaza dan membuat mereka ketakutan.”

Menurut Atwan, kini para “pembual dan pecundang Arab” mulai bermunculan mengecam sikap Iran dan mencoba menebar keraguan mengenai niat Iran yang sesungguhnya dengan “bertolak semata-mata dari apriori sektarianisme”.

“Mereka mengatakan bahwa sikap Iran itu merupakan eksploitasi atas isu Palestina dan darah syuhada Gaza. Tapi kami mengatakan, ‘Mengapa kalian sendiri tidak mengeksploitasi hal yang sama, dan kalian malah mengucurkan dana milyaran untuk belanja senjata kalian sendiri?!’ Kami tidak heran atas sikap mereka itu, karena memang begitulah ‘agama’ mereka. Orang-orang yang takut kepada Israel dan Amerika Serikat sehingga gagal menyalurkan bantuan dana untuk membayar gaji pegawai (Palestina) yang kelaparan dan membantu penduduk yang terblokir di Jalur Gaza sama sekali tidak memiliki hak apapun kecuali tutup mulut dan malu kepada diri sendiri,” kecam Atwan terhadap para pemimpin Arab.

Lebih jauh Atwan kembali memuji Iran dan mengkritisi watak dunia Arab. “Sebagaimana telah kita ketahui dari pengalaman selama ini, Iran bukan seperti kita, orang-orang Arab. Ini kami katakan dengan penuh rasa getir di tenggorokan. Iran selalu mengerjakan apa yang sudah mereka katakan. Jika mereka menjalin aliansi maka mitra aliansinya pasti menang, lalu konsisten berpihak pada mitranya, dan sama sekali tidak pernah menelantarkannya. Bukti kongkret atas klaim ini ialah apa yang kini terjadi Suriah. Kami sama sekali tidak menyangsikan adanya perselisihan kita dengan Iran terkait banyak kebijakan dan sikap mereka. Namun realitas tetap harus dikatakan bahwa aib ada pada kita, sebab kita telah mengabaikan urusan dan bangsa kita sendiri. Kami berharap Iran juga demikian dalam masalah Gaza, dan kita tidak terlalu lama menunggu ‘momen yang tepat’ itu,” tulisnya.

Seperti diketahui, Mayjen Ghassem Soleimani dalam surat terbukanya menegaskan, “Pada momen yang tepat, kemarahan besar akan kami lampiaskan ke kepala para penjahat Zionis.”

Atwan menggaris bawahin kalimat dalam pernyataan jenderal pasukan elit Iran tersebut.

“Ini merupakan peringatan yang harus diperhatikan dengan sangat serius oleh Israel sekaligus oleh para pemimpin Arab. Bisa jadi kawasan Arab secara keseluruhan kini berada di ambang perang regional yang komprehensif di mana Israel dan para sekutunya akan menjadi korban utamanya. Patut diingat, Hizbullah yang merupakan perpanjangan tangan militer Iran sudah siap bergerak, sama persis dengan ketika mereka terjun ke Suriah untuk membantu pemerintah negara ini ketika pemerintah kehilangan banyak wilayahnya dalam perang yang digalang kubu pemberontak bersenjata untuk menggulingkannya. Tanpa aliansi Iran serta dukungan dana dan militernya, bisa jadi pemerintah Suriah tidak akan bertahan pada posisi seperti yang kita lihat sekarang,” tulis Atwan.

Di bagian akhir Atwan menyatakan optimismenya bahwa para pejuang Palestina akan menang meskipun dikhianati oleh negara-negara Arab.

“Perlawanan Arab Islam Palestina yang telah diabaikan oleh pasukan, para jenderal dan para tokoh terkemuka Arab kini berdiri di depan gerbang kemenangan setelah meraih kemenangan dalam perang urat saraf dan kini sedang dalam perjalanan menuju kemenangan dalam perang militer. Bagi siapapun yang masih meragukan optimisme ini harus menyimak dua risalah tersebut (pesan Mohammad al-Daif dan surat Mayjen Ghassem Soleimani) sekaligus membaca media-media Israel beserta artikel-artikel para analis militer dan politik yang ada di dalamnya agar memahami apa kami katakan ini,” pungkas Atwan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL