bbc-manipulationLiputanIslam.com–Meski perang di Suriah telah berlangsung 5 tahun, media Barat tak kenal lelah terus menyebarkan manipulasi informasi terkait Suriah. Situs BBC, adalah salah satu media di garis depan dalam perang propaganda ini. Di situsnya, BBC hingga kini masih terus memberi judul rubriknya “Syria Civil War” atau Perang Sipil Suriah, di saat sedemikian banyak bukti bahwa yang terjadi bukan perang sipil, melainkan invasi kelompok-kelompok teroris yang bersenjata sangat modern yang dikirim oleh nehara-negara Barat, terhadap sebuah negara berdaulat, Suriah.

BBC juga telah berkali-kali kedapatan menggunakan informasi palsu. Yang paling terkenal adalah penggunaan foto ratusan bocah yang tewas akibat dibom tentara AS di Irak, dengan menyebutnya sebagai ‘korban Assad’. Ketika fotografer foto tersebut memprotes, BBC menghapus begitu saja informasinya tanpa meminta maaf.

Pada Januari 2016, dalam memberitakan kondisi penduduk desa Madaya, BBC menyatakan bahwa pemerintah Suriah telah memblokade masuknya bantuan dari PBB sehingga para penduduknya kelaparan. BBC tanpa malu menggunakan rekaman video para pengungsi Yarmouk 2014 (yang diblokade oleh teroris) dan menyebutnya sebagai penduduk Madaya 2016. Ketika para pengamat memprotes masalah ini, BBC menghapus begitu saja video tersebut tanpa memberikan penjelasan, apalagi meminta maaf.

Di saat yang sama, channel-channel berita independen yang berusaha memberikan pengimbangan berita, seperti Al Mayadeen, Al Manar, Al Masirah secara sistematis disingkirkan oleh channel-channel yang didanai Saudi dan social  media yang pro-Israel.  Press TV, yang kantor pusatnya Tehran,  dicabut izinnya oleh Ofcom in 2012 sehingga tidak bisa lagi diakses di banyak negara.

Russia Television (RT) juga terus-menerus diserang oleh BBC yang dalam siarannya mem-framing opini publik agar memandang bahwa konflik yang terjadi adalah kelanjutan Perang Dingin dan menakut-nakuti publik atas ‘bahaya indoktrinasi Rusia’.

BBC telah memainkan pola yang persis sama dengan kaum Zionis yang selama lebih dari 60 tahun memanipulasi informasi terkait kekejaman mereka di Palestina. Media-media Zionis selalu menyajikan berita seolah-olah warga Israel-lah yang hidup terancam oleh orang-orang Palestina. Semua kriminalitas Israel dicitrakan sebagai upaya ‘membela diri’.

Antara BBC dan Soros

Dalam sebuah paper yang diterbitkan Wilson Center.org. dinyatakan bahwa, “Di beberapa negara, LSM-LSM lokal telah didanai untuk memunculkan ‘kebangkitan rakyat’. Sebagaimana dalam ‘revolusi berwarna’, kampanye ini bertujuan untuk memberi jalan kepada partai-partai oposisi di hadapan rezim dan menggulingkan para pemimpin dengan cara-cara yang ‘tidak biasa’. “

Tujuan dari penggulingan rezim-rezim tentu saja bukan untuk ‘mengembalikan kekuasaan ke tangan rakyat’, melainkan menciptakan kevakuman kekuasaan, untuk kemudian diisi oleh tokoh-tokoh pro Barat dan pro-imperialisme modern.

Lalu, apa hubungannya antara BBC dengan upaya-upaya rekayasa ‘kebangkitan rakyat ini’? Jawabannya ada pada donatur di balik itu semua. Bila Anda membuka situs Open Democracy yang didanai Soros, ada rubrik khusus yang berisi dukungan kepada BBC.

Selanjutnya, mari kita lihat, siapa yang berperan penting dalam memfasilitasi LSM-LSM untuk menggulingkan rezim Suriah? Di antaranya, LSM bernama Avaaz, yang sangat berperan dalam membangun persetujuan publik agar NATO memberlakukan No Fly Zone di Libya pada 2011. Serangan NATO yang illegal ke Libya telah menghancurkan sebuah negara berdaulat yang paling makmur di Afrika. Di saat yang bersamaan, Avaaz meluncurkan kampanye “Save Syria” yang dilakukan secara sangat profesional dan didukung oleh pendanaan yang sangat besar. Avaaz bekerja sama dengan perusahaan public relations yang berbasis di New York, Purpose Inc., dimana perusahaan ini ternyata terkait dengan Soros.

Purpose Inc. minimalnya membuat 4 proyek kampanye anti-Assad, yaitu  The White Helmets, Free Syrian Voices, The Syria Campaign, dan March Campaign #withSyria. Di antara aktivitas yang dilakukan “The Syria Campaign” adalah merilis poster berikut ini.

syria-campaign-break-the-sieges

Kampanye ini dilakukan bersamaan dengan propaganda the # OperationMadaya yang didukung oleh BBC, dan bersamaan pula waktunya dengan pemenggalan ulama Syiah terkemuka oleh rezim Saudi –yang mendanai para teroris di Suriah—Sheikh Nimr al Nimr.

Kampanye  ‘Break the Siege’ membangkitkan kemarahan publik di Barat terhadap rezim Assad karena kampanye itu menggunakan foto-foto palsu dan mengulang-ulang narasi bahwa Assad adalah ‘setan dari semua kejahatan’ yang dikemas dengan sangat profesional sehingga orang-orang biasa umumnya tidak bisa menangkap bahwa semua itu adalah rekayasa.

Pertanyaan kembali terpulang kepada kita: setelah begitu banyak fakta terungkap mengenai kejahatan Barat, masihkah kita mau tertipu lagi dan lagi, oleh propaganda mereka? (dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL