rusia filsuf Geydar Dzhemal2Moskow, LiputanIslam.com – Filsuf dan sastrawan Muslim Rusia Geydar Dzhemal mengapresiasi kepedulian Iran kepada Palestina serta menilai apatisme atau ketidak pedulian negara-negara Arab sebagai sebab berlanjutnya kekejaman rezim Zionis Israel terhadap bangsa Palestina.

“Problema utama rakyat Palestina yang mempersengit represi Israel ialah ketidak pedulian negara-negara Arab sehingga dimanfaatkan oleh Tel Aviv. Ketika Iran memberikan kepedulian maksimal kepada isu Palestina dan menyokong rakyat teraniaya negeri ini, banyak negara Arab justru apatis terhadap persoalan Palestina dan hanya memikirkan kepentingan-kepentingan sesaat,” katanya, dalam wawancara dengan IRNA yang dilansir Senin (27/6).

Dia melanjutkan, “Kondisi ini menyebabkan hanya ada beberapa gelintir negara Islam yang peduli kepada problematika bangsa Palestina. Padahal, berdasarkan sabda Nabi saw dan nash tegas al-Quran, ketidak pedulian terhadap problematika umat Islam sama sekali tak dapat diterima. Sayang sekali, hanya Iran yang mengutamakan masalah Palestina dalam politik luar negerinya, dan menyokong resistensi Palestina.”rusia filsuf Geydar Dzhemal

Geydar Dzhemal menyinggung gagasan Imam Khomaini menjadikan hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan sebagai Hari al-Quds Sedunia.

“Imam Khomaini, pendiri Republik Islam Iran, mendeklarasikan Hari al-Quds Sedunia karena menyadari tanggungjawab umat Islam di depan Palestina. Tak sedikit umat Islam pada Jumat terakhir bulan suci Ramadhan memperingati hari ini dengan meneriakkan protes mereka terhadap kejahatan Rezim Zionis, tapi kebanyakan negara Islam, khususnya Arab, tidak memberikan kepedulian yang memadai kepada cita-cita rakyat Palestina,” tuturnya.

Dia mengingatkan bahwa kondisi demikian, apalagi sebagian rezim Arab, terutama Arab Saudi, bahkan bermain mata dengan Israel, sangat memprihatikan, berdampak negatif bagi proses penyelesaian krisis Palestina, dan membuat Israel kian bernyali dalam melanjutkan pendudukan, penindasan, kezaliman dan pembantaian orang-orang Palestina.

Dia juga menyinggung fenomena terorisme di Suriah yang menurutnya memang tak lepas dari peran Arab Saudi.

“Rezim-rezim seperti Arab Saudi berusaha mengusik perjuangan melawan Rezim Zionis sehingga bermusuhan dengan Iran dan Suriah yang mendukung Palestina. Saudi beraliansi dengan musuh-musuh Islam untuk menyerang negara-negara ini. Suriah kini diserang habis-habisan oleh rezim-rezim Arab penyokong Israel. Puluhan ribu umat Islam negara ini terbunuh dan menderita kerugian milyaran USD akibat serangan para teroris takfiri dukungan Riyadh dan para sekutunya,” jelasnya.

Di bagian akhir dia menyatakan optimismenya bahwa semua konspirasi ini tidak akan dapat mengalahkan kubu resistensi anti pendudukan Zionis Israel. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL