pengungsi eropa2Helsinki, LiputanIslam.com — Pemerintah Finlandia akan mengusir sekitar 20.000 pengungsi pencari suaka dari 32.000 pengungsi yang datang ke negara itu tahun lalu.

Hal itu diumumkan oleh Mendagri Paivi Nerg, seperti dilaporkan Press TV, Kamis (28/1).

“Secara prinsip kita berbicara sekitar dua-pertiga, berarti sekitar 65 persen dari 32.000 pengungsi akan mendapatkan penolakan,” kata Nerg, seraya membandingkan dengan kebijakan tahun-tahun sebelumnya dimana rata-rata 60% dari pencari suaka ditolak.

Nerg lebih jauh mengatakan bahwa setidaknya dua penerbangan telah dicharter untuk mendeportasi pengungsi asal Irak dalam beberapa bulan ini.

Sebelumnya pada hari yang sama, Mendagri Swedia Anders Ygeman mengatakan bahwa negaranya akan mengusir sekitar 80.000 pengungsi yang permohonan suakanya telah ditolak.

Sementara itu pemerintah Jerman tengah merancang undang-undang baru untuk mempermudah pendeportasian pencari suaka yang melakukan tindakan kejahatan di negara itu. Hal ini menyusul terjadinya sejumlah besar aksi kejahatan yang dilakukan para pengungsi pada pergantian tahun lalu.

Organisasi pengungsi International Organization for Migration (IOM) mengatakan, Selasa (26/1) bahwa lebih dari 45.000 pengungsi telah memasuki Yunani melalui laut sejak awal tahun ini. Sekitar 90% dari mereka berasal dari Suriah, Irak dan Afghanistan.

Yunani menjadi titik masuk pengungsi Timur Tengah ke Eropa dengan lebih dari sejuta pengungsi masuk ke negara-negara Uni Eropa tahun lalu. Austria dan Swedia baru-baru ini mengancam Yunani dengan pencabutan dari daftar negara bebas visa, jika tidak meredam masuknya pengungsi ke Eropa.

Krisis pengungsi Eropa tahun lalu merupakan yang terburuk sejak Perang Dunia II.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL