Los Angeles, LiputanIslam.com—Film dokumenter tentang kehebatan White Helmets, sebuah kelompok relawan Suriah yang dipuji oleh media Barat sebagai pahlawan meski diduga memiliki hubungan dengan kelompok teroris, telah memenangi penghargaan Oscar sebagai film dokumenter terbaik.

Film “The White Helmets,” menandai kemenangan Oscar pertama bagi sutradara Orlando von Einsiedel.

Berdasarkan sinopsis di halaman Netflix mereka, “The White Helmets” bercerita mengenai “pekerjaan berbahaya para relawan yang berani menghadapi bom untuk menyelamatkan para penduduk Suriah di tengah perang sipil.”

Patrick Henningsen, analis geopolitik di 21st Century Wire.com dalam wawancara dengan kantor berita RT menjelaskan bagaimana rekaman dalam film tersebut didapatkan.

“Film tersebut bukan film dokumenter asli,” katanya. “Semua rekaman yang digunakan di film ini,  diberikan ke produser oleh White Helmets sendiri. Kru produksi film ini –kru produksi Netflix—tidak merekam adegan penyelamatan apapun.”

“Film ini pada dasarnya merupakan propaganda yang didanai oleh USAID, Kemlu Inggris, beberapa negara Uni Eropa, Qatar, dan berbagai negara lainnya… [WH] pada dasarnya berfungsi sebagai grup pendukung di samping Al-Nusra dan al-Din al-Zenki dan grup teror lainnya di Suriah. Ini adalah fakta yang telah dibuktikan oleh kesaksian banyak orang.”

White Helmets sendiri menjelaskan organisasi mereka sebagai “organisasi sipil terbesar di luar kontrol pemerintah.” Berdasarkan pengakuan dari  pemimpin mereka, Raed Saleh, “para relawan netral dan tak bersenjata telah menyelamatkan lebih dari 78,529 orang dari serangan di Suriah.”

Pada Desember lalu, Eva Bartlett, jurnalis dan aktivis Kanada yang sudah lama menelusuri konflik Suriah, mengatakan bahwa anggota White Helmets “mengaku menyelamatkan penduduk di Aleppo Timur dan Idlib [tetapi] …tidak ada penduduk Aleppo Timur yang tahu tentang mereka.”

Jurnalis lain, Vanessa Beeley, dalam wawancara dengan RT pada Oktober lalu mengatakan bahwa “Mereka [WH] mengklaim tidak menerima dana dari pemerintah manapun yang memiliki kepentingan dalam konflik Suriah. Namun, mereka faktanya menerima dana ratusan juta dollar, dari AS $23 juta lewat USAID; Inggris sekitar $65 juta; Prancis menyuplai peralatan …,”

Beeley mengatakan, terdapat banyak bukti rekaman dan foto dari dalam Suriah yang membuktikan bahwa White Helmets merupakan sebuah kelompok pendukung teroris.

“Jika kita melihat klaim mereka sebagai kelompok netral, mereka pada faktanya terpusat di kawasan yang dikuasai teroris Front Al-Nusra atau ISIS atau berbagai kelompok  lainnya. Di sanalah di mana White Helmets berasal.” katanya. (ra/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL