kapal nelayanManila, LiputanIslam.com — Filipina pada hari Kamis (5/2), menuduh Cina menyerang kapal nelayan Filipina di lepas pantai kepulauan sengketa di Laut Cina Selatan, dan menuntut tetangga kuatnya itu menghormati kedaulatannya atas wilayah tersebut.

Kementerian Luar Negeri Filipina menyatakan mengirim dua catatan keberatan atas kejadian pada 29 Januari di lepas pantai Scarborough itu serta pengambilan kerang raksasa, yang terancam punah, oleh nelayan Cina, di daerah itu sepekan sebelumnya.

“Filipina terus mendesak Cina menghormati hak berdaulat dan wilayah hukum Filipina atas Bajo de Masinloc,” kata Menteri Luar Negeri Filipina Albert del Rosario kepada AFP, Kamis, sebagaimana dilansir Antara.

“Cina harus menghentikan kegiatannya yang tidak hanya membahayakan kehidupan, keamanan dan mata pencaharian nelayan Filipina, tapi juga merusak lingkungan laut rapuh di daerah itu,” tambah del Rosario.

Kementerian itu menduga tiga kapal berbendera Filipina sengaja ditabrak kapal dengan tanda Penjaga Pantai Cina, yang mengakibatkan kerusakan dan membahayakan nyawa awaknya.

Ia juga menuduh 24 kapal Cina memanen kerang raksasa, yang terancam punah, di daerah itu sepekan sebelumnya.

Kementerian Luar Negeri Cina di Beijing akan menanggapi keberatan Filipina itu dalam jumpa pers berkala pada Kamis, kata wanita juru bicara Kedutaan Besar Cina di Manila kepada AFP.

Cina mengklaim hampir seluruh Laut Cina Selatan, jalur laut penting dan lahan nelayan, yang dipercaya mengandung sumber daya besar tambang.

Tapi, Filipina, Vietnam, Brunei dan Taiwan juga secara tumpang tindih mendaku perairan itu, yang membuat daerah itu mudah meledak.

Cina menguasai beting Scarborough, lumbung kaya ikan di Laut Cina Selatan, 220 kilometer barat pulau utama Filipina, Luzon, sejak 2012 menyusul kebuntuan tegang angkatan laut Filipina dengan kapal ronda laut Tiongkok.

Filipina juga menuduh Cina melakukan pengurukan besar-besaran di Kepulauan Spratly, kelompok terumbu karang dan kepulauan, yang juga terletak di Laut Cina Selatan, termasuk di atas terumbu dakuan Manila.

Manila meminta badan perwalian Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memutuskan perselisihan lautnya dengan Beijing.

“Cina bermaksud merebut sebanyak mungkin Laut Cina Selatan,” kata Michael Tkacik, pakar keamanan di universitas negeri Austin berpusat di Texas, kepada acara keamanan di Manila pada Rabu.

Perbantahan atas kepulauan dan beting dapat menyeret Cina ke sengketa dengan negara adidaya lain, Amerika Serikat, sekutu lama Filipina, katanya memperingatkan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL