gelandangan filipinaManila, LiputanIslam.com — Pemerintah Filipina dituduh telah sengaja menyembunyikan para gelandangan di jalanan selama kunjungan Sri Paus Franciscus di Filipina baru-baru ini.

Menteri Sosial Corazon Soliman mengakui telah memindahkan sekitar 500 gelandangan dari jalanan kota Manila ke sebuah resort di luar kota. Sementara itu anggota parlemen Terry Ridon menyerukan dilakukannya penyelidikan atas insiden tersebut yang disebutnya sebagai “operasi pembersihan”.

Paus Francis mengunjungi Filipina akhir pekan lalu dan meninggalkan Filipina hari Senin (19/1).

Ridon mengatakan bahwa tindakan tersebut sebagai “sangat menyedihkan, berdasarkan fakta bahwa Paus berkunjung ke Filipina untuk bertemu dengan orang-orang miskin.” Demikian sebagaimana dilansir BBC Jumat (23/1).

Media setempat Philippine Star menyebutkan bahwa Ridon akan memanggil Menteri Sosial Soliman untuk menjelaskan tindakan pemerintah tersebut kepada parlemen.

Dalam sebuah wawancara dengan media lokal minggu ini, Soliman mengatakan bahwa para gelandangan itu dipindahkan hanya beberapa saat sebelum kedatangan Sri Paus tanggal 15 Januari. Banyak dari mereka yang tinggal di Manila Bay, tempat dimana Sri Paus memimpin misa khusus yang dihadiri jutaan orang.

Pada tanggal 14 Januari para gelandangan itu dibawa ke Chateau Royale Resort, sebuah resort mewah dengan biaya sewanya mencapai jutaan rupiah per-malam. Mereka baru dikembalikan ke Manila pada hari Senin, setelah Sri Paus meninggalkan Manila.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*