Sumber: BBC

Manila,LiputanIslam.com—Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, memerintahkan bawahannya untuk menyewa pelayaran swasta guna mengirim 69 kontainer sampah ke Kanada dan meninggalkannya di daerah perairan teritorial jika menolak menerima kiriman sampah tersebut.

“Filipina sebagai negara berdaulat yang merdeka tidak boleh diperlakukan sebagai sampah oleh negara asing lainnya,” ucap jubir kepresidenan, Salvador Panelo, dalam konferensi pers.

Sementara Kanada mengatakan bahwa limbah sampah yang diekspor ke Filipina antara tahun 2013 dan 2014 adalah transaksi komersial yang didukung oleh pemerintah Kanada.

Kanada pernah menawarkan untuk mengambil kembali sampah tersebut dan sedang mengatur upaya untuk proses transfer. Namun, Kanada melewati batas waktu yang ditentukan pihak Filipina, yaitu 15 Mei. Filipina pun mengambil sikap untuk menarik para diplomatnya dari Kanada.

Baca: Indonesia Ekspor Girder Baja ke Filipina

“jelas kanada tidak menganggap persoalan ini penting. Kanada meremehkan Filipina. Rakyat Filipina sangat terhina dengan sikap Kanada yang memperlakukan negara ini sebagai tempat pembuangan,” ucap Panelo.

Kedutaan Kanada di Manila pun tidak segera menanggapi persoalan tersebut.

Para aktivis lingkungan Filipina pun melakukan demonstrasi di depan gedung kedutaan Kanada di Manila pada 21 Mei 2019. Mereka meminta perdana menteri Kanada, Justin Trudeau, untuk segera mengambil sampah dari Filipina.

Tahun lalu, Duterte telah memerintahkan militer untuk membatalkan kesepakatan senilai $233 juta untuk membeli 16 helikopter dari Kanada. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*