castroHavana, LiputanIslam.com — Pemimpin Kuba Fidel Castro menyebutkan bahwa mata uang dollar AS dan euro akan tergantung kepada rubel (mata uang Rusia) dan yuan (mata uang Cina), akibat kebijakan barat sendiri.

Pernyataan itu disampaikan Castro melalui sebuah artikel yang dipublis situs Cubadebate, Senin (1/9). Demikian laporan kantor berita Rusia, RIA Novosti, Selasa (2/9).

Dalam pernyataan tersebut Castro mengkritik kebijakan-kebijakan AS dan Uni Eropa yang disebutnya akan membawa kepada kehancuran ekonomi dan membuat mata uang dollar dan euro sebagai “kertas tak berharga”.

Di sisi lain, ekonomi Cina yang tumbuh pesat yang berinterasi dengan Rusia yang kaya sumber alam dan keunggulan teknologi akan menyingkirkan AS dan Uni Eropa dan menjadikan mata uang mereka tergantung pada rubel dan yuan.

Sebagaimana diberitakan LI baru-baru ini, perusahaan migas raksasa Rusia, Gazprom, mulai menggunakan mata uang rubel dan yuan dalam pembayaran ekspor migasnya ke Eropa dan Cina. (http://liputanislam.com/berita/perusahaan-migas-rusia-terima-pembayaran-dengan-yuan-dan-rubel/)

Pada bulan Mei, Rusia dan Cina menyepakati kontrak raksasa pembelian gas Rusia oleh Cina senilai $400 miliar. Kontrak itu akan berjalan selama 30 tahun, mencakup juga pembangunan jaringan pipa gas di wilayah Irkutsk dan Yakutia ke timur hingga wilayah  Primorsky dan Cina.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL