Washington, LiputanIslam.com–FBI dilaporkan mengumpulkan database  wajah-wajah penduduk Amerika ‘tanpa batasan’ dan tanpa dikontrol oleh hukum federal AS.

Pada Juni lalu, Government Accountability Office (GAO) melaporkan bahwa penggunaan teknologi pelacakan oleh FBI lebih jauh dari yang diprediksikan oleh aktivis privasi. Sebanyak 30 juta foto ditemukan di database tersebut, dan FBI sendiri memiliki akses ke ratusan juta foto lainnya.

“Tidak ada hukum federal yang mengontrol teknologi ini, tidak da pengadilan yang membatasinya. Teknologi ini tidak terkontrol,” kata Alvaro Bedoya, direktur eksekutif di Center on Privacy and Technology kepada kantor berita Guardian.

Bedoya menemukan bahwa 50 persen penduduk Amerika “sudah masuk ke dalam database pengenalan wajah  FBI.”

Sedangkan staff senior Electronic Frontier Foundation, Jennifer Lynch, menemukan bahwa FBI menyimpan data-data surat mengemudi orang-orang di 16 negara bagian. Badan intilijen ini juga memiliki akses data dan foto paspor dan visa di Kementerian Luar Negeri AS.

Guardian menyebutkan bahkan perusahaan privat yang menciptakan teknologi ini tidak setuju atas cara-cara FBI menggunakan alat tersebut.

Congressional Oversight Committee pada minggu lalu menyatakan bahwa jika hal ini tak segera dihentikan, database FBI tersebut akan digunakan pemerintah untuk melacak “setiap gerakan” orang Amerika. (ra/mintpressnews)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL