Fallujah KAmi DatangLiputanIslam.com — Regu eksekusi dari kelompok teroris takfiri Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) telah bermunculan di jalan-jalan Fallujah, sebuah kota yang letaknya 40 mil dari ibukota Baghdad. Regu ini diperintah untuk mengeksekusi langsung siapapun yang berusaha melarikan diri, ataupun menyerah. (The Independent, 24 Mei 2016)

Tidak ada sedikitpun keraguan bahwa ini merupakan strategi andalan ISIS ketika tengah terjepit. Baik di Irak maupun Suriah, ISIS menjadikan warga setempat sebagai tameng manusia untuk menghalangi upaya pembebasan kota dari pasukan pemerintah. Rasa khawatir kehilangan wilayah, sikap pengecut dan jauh dari ksatria, serta kejam, sejatinya adalah kombinasi yang amat buruk. Siapa lagi yang paling dirugikan oleh hal ini, kalau bukan rakyat Suriah dan Irak?

Fallujah bisa dibilang sebagai titik awal yang menandai eksisnya ISIS di Irak. Awal tahun 2014 lalu, ISIS berhasil merebut Fallujah dan kemudian mendeklarasikan ‘Islamic Emirate’ di kawasan tersebut. Setelah kemenangan atas Fallujah, ISIS bergerak menyebar ke berbagai penjuru Irak, sampai akhirnya kelompok teroris ini berhasil menguasai Mosul pada Juni 2014 dan mendeklarasikan ‘Kekhilafahan Islam’ dengan Abu Bakr al-Baghdadi sebagai pemimpinnya.

Setelah dua tahun penuh air mata dan darah, kini pasukan Irak dan sekutunya berupaya untuk merebut kembali kontrol atas Fallujah. Untuk itu, setidaknya ada 20.000 tentara yang dikerahkan untuk merebut kembali kota. Masyarakat setempat diminta meninggalkan kota sebelum adanya operasi militer.

“Ini adalah waktu yang tepat untuk membebaskan kota Fallujah. Semua lapisan angakatan bersenjata akan dilibatkan dalam operasi, dan operasi militer ini dilakukan bersama-sama dengan beberapa kelompok yang merupakan sekutu Irak,” papar Haider Al Abadi, Perdana Menteri Irak.

Hilangnya Fallujah, akan menjadi pukulan yang serius bagi ISIS, yang saat ini telah banyak kehilangan kontrol wilayah baik di Suriah maupun Irak. Baru-baru ini, ada perkembangan yang menarik. Tewasnya tiga orang anggota ISIS di Fallujah pada hari Senin kemarin disinyalir adalah tanda adanya perlawanan dari warga setempat terhadap ISIS. Hal ini relevan dengan laporan dari media berbahasa Arab Al Sumeria, bahwa para pemimpin suku dari kota Fallujah menyimpan kebencian yang sangat mendalam kepada ISIS.

“Warga Fallujah sangat membenci teroris ISIS, banyak dari mereka yang meminta untuk menuntut balas atas kehilangan yang telah mereka derita.”

Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi mengklaim telah mencapai sukses besar dalam operasi. Mengenakan seragam hitam pasukan kontra-terorisme Irak, ia mengatakan bahwa hasil di lapangan melebihi apa yang direncanakan. Sebelumnya dalam pidato televisi, ia berjanji akan merobek spanduk hitam asing yang telah merebut kota.

Abadi berada di bawah tekanan yang kuat di Baghdad untuk mengusir ISIS dari Fallujah setelah adanya rentetan bom terhadap rakyat sipil di awal bulan yang menewaskan sedikitnya 200 orang. Terlepas apakah bom-bom tersebut berasal dari basis ISIS di Fallujah atau tempat lainnya, namun rakyat Irak menuntut agar kota itu segera direbut dari cengkraman ISIS.

Sejauh ini, sumber-sumber di lapangan menyebutkan bahwa pasukan militer Irak telah mencapai kemajuan yang signifikan. Misalnya, pasukan Irak berhasil memukul mundur ISIS yang bercokol di Rumah Sakit Umum Fallujah.

“Aggota ISIS banyak yang tewas dan terluka, mereka melarikan diri dari posisinya di rumah sakit umum. Kini rumah sakit dan sekitarnya berada di bawah kontrol pasukan Irak. Kami mengontrol penuh Jisr Al Tafaha, juga beberapa bangunan penting di kota Al Karma yang merupakan benteng terakhir kelompok teroris,” jelas narasumber. (Farnews, 23 Mei 2016)

Pengepungan dilakukan oleh pasukan relawan Irak (Hashd al-Shaabi). Juru bicara kelompok ini, Karim Al Nouri, mengungkapkan bahwa operasi militer besar-besaran untuk memenangkan Fallujah dilakukan dengan mengepung kota dari berbagai penjuru.

“Pasukan Hashd Al Shaabi telah mengepung teroris di kota Fallujah dari empat arah. Tapi teroris ISIS menyebarkan berita bohong. Mereka menyebut bahwa pasukan relawan Irak belum mengambil bagian dalam operasi ini. Faktanya seluruh operasi berada dalam komando Hashd Al Shaabi.”

Selain pasukan Hashd Al Shaabi, juru bicara dari pasukan populer Hizbullah Al Nujaba, Seyed Hashem al-Moussavi, juga menyatakan kesiapan pasukannya untuk merebut kembali kota Fallujah dan mengalahkan kelompok teroris ISIS.

“Kelompok-kelompok teroris yang telah merubah Fallujah menjadi Qandahar akan menyaksikan hasil dari kejahatan mereka di medan perang,” kata Al-Moussavi.

Fallujah telah tenggelam dalam lautan derita akibat pertempuran yang berkepanjangan dan kurangnya bantuan kemanusiaan. Sumber-sumber setempat memperkirakan bahwa penduduk yang masih menghuni Fallujah saat ini berkisar dari 50.000-60.000 jiwa, jauh menyusut dibandingkan pada tahun 2011 yang dihuni oleh 350.000 jiwa.

“Warga Fallujah menderita kelapran selama enam bulan terakhir karena terbatasnya pasokan makanan. Warga berusaha mengobati rasa laparnya dengan memancing di sungai Eufrat, namun mereka hanya berhasil menangkap ikan-ikan kecil,” terang narasumber.

Tidak ada kebaikan apapun atas pencaplokan wilayah oleh ISIS. Tidak ada lagi kehidupan yang damai, rasa nyaman ataupun perut kenyang. Namun Fallujah, bersabarlah. Para pahlawan telah datang, siap membebaskanmu dari kisah yang malang. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL