fadliJakarta, LiputanIslam.com — Waketum Gerindra Fadli Zon menyindir PDIP lewat puisi satir dalam masa kampanye menuju pileg 2014 ini. Menurut Fadli hal itu lebih baik ketimbang saling mencaci maki.

“Ini bisa menjadi kultur baru dalam politik, bahwa membikin puisi itu lebih baik ketimbang harus saling caci maki,” ujar Fadli kepada media nasional, Selasa (1/4).

Puisi satir yang dilontarkan oleh Fadli pun dibalas oleh politisi PDIP Fachmi Habcyi. Namun demikian Fadli mengaku belum mendapat inspirasi untuk membuat puisi lagi.

“Itu kan spontanitas saja, nggak bisa dikarang-karang asal-asalan. Tapi nanti kalau ada inspirasi lagi akan langsung saya buat,” ucap Fadli.

Saling balas puisi pun dinilai Fadli dapat menjadi pendidikan politik baru dengan pendekatan sastra. Dia pun mempersilakan jika ada parpol lain yang berminat untuk saling balas pantun.

“Menarik kan, jadi malah balas puisi. Semua jadi belajar sastra, yang lain juga boleh ikutan,” kata Fadli.

Fadli pertama kali melontarkan puisi berjudul ‘Air Mata Buaya’ dan ‘Ikan Merah Kerempeng’, kedua puisi ini pun dibalas oleh politisi PDIP Fachmi Habcyi dengan puisi berjudul ‘Pemimpin Tanpa Kuda’. Fadli kemudian membalas lagi dengan puisi berjudul ‘Sandiwara’ yang berisi mengenai seseorang yang tidak menepati janji pada Senin (31/3) lalu. PDIP kembali membalas puisi itu dengan judul ‘Rempong’.(ca/detiknews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*