fadliJakarta, LiputanIslam.com–Wakil Ketua DPR Fadli Zon sangat peduli pada Muhammad Arsyad yang ditangkap karena melakukan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo. Namun, ia menyatakan tidak akan menjenguk Raden Nuh, pemilik akun TrioMacan yang dituduh melakukan pemerasan.

Raden Nuh (RN) dan Muhammad Arsyad (MA) memang melakukan dua perbuatan yang berbeda, namun sama-sama menggunakan fasilitas  jejaring sosial. MA mengedit foto Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP Megawati, dan  membuat keduanya seolah sedang melakukan perbuatan tak senonoh. Foto rekayasa itu kemudian diunggah MA ke facebook. Perbuatan MA ini membuat PDI-P gerah dan mengadukan kepada polisi. Setelah MA ditangkap, Fadli Zon mengkritik keras Jokowi, bahkan mengunjungi orang tua MA dan memberikan santunan. Namun belakangan, Fadli Zon mengakui bahwa MA memang salah. (Baca: Fadli Zon Akui Kesalahan Tukang Sate Penghina Jokowi)

Sementara itu, Raden Nuh melalui akun twitter Trio Macan miliknya, kerap mengumbar berita untuk mendiskreditkan tokoh-tokoh terkemuka.  Sebelum kampanye pilpres, akun ini mengkritik Prabowo, namun semasa kampanye pilpres 2014, akun ini berbalik menjadi pengkritik Jokowi. Namun, RN ditangkap bukan karena Jokowi, melainkan karena memeras Dirut PT Telkom. (Baca: Memeras, Intelejen Gadungan TrioMacan Ditangkap)

Saat ditanyai mengapa tidak menjenguk RN, Fadli Zon menjawab, “Enggak (menjenguk) kalau dia kan bukan wong cilik. Kalau wong cilik akan saya bela.”

Fadli menegaskan, proses hukum bisa dilakukan terhadap seseorang asalkan tidak ada unsur politis. Khusus untuk kasus Raden Nuh, Fadli menyebut proses hukum harus dilakukan karena dugaan pemerasan.

“Kalau orang ditangkap karena melakukan suatu tindakan kesalahan ditangkap, biasa saja, diproses. Tetapi jangan menangkap karena itu urusan politik,” tegasnya, seperti dikutip Detikcom, (4/11/2014).

Waketum Gerindra ini menjelaskan, kunjungannya menengok tukang sate M Arsyad (23) dan keluarganya hanya memastikan proses hukum tidak dicampuri urusan politik. (Baca: Hujat Prabowo, Satpam ini Dijerat UU ITE)

“Saya ini baru menjenguk 1 orang yang sudah menjadi fenomena pemberitaan waktu itu, dan saya ingin memastikan ini tidak dipolitisasi. Saya kira apa salahnya mau jenguk,” sambung Fadli. (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL