facebookWashington, LiputanIslam.com–Awal bulan ini, Facebook dan pemerintah Israel melakukan perjanjian untuk bekerjasama mengatasi provokasi anti-Zionis di sosial media. Tak lama setelah perjanjian tersebut, beberapa akun milik orang Palestina dengan jutaan pembaca ditutup.

Pada Jumat (23/09/16) lalu, para jurnalis dan aktivis pro-Palestina mengaku akun mereka diboikot untuk sementara waktu oleh Facebook. Mereka lalu melakukan aksi protes dengan memasang logo Facebook secara terbalik di foto profil mereka.

Menteri Kehakiman Israel, Ayelet Shaked, dilaporkan sebagai dalang utama dalam kontroversi ini.

“Selama sebulan lalu, Israel mengajukan 158 permintaan ke Facebook dan Facebook menerima 95 persen permintaan tersebut,” kata Shaked, yang telah dikenal sering memberi komentar hinaan ke Palestina. Ia juga dipercayai meminta Facebook dan Twitter untuk menghapus ribuan post, halaman, dan akun-akun ‘berbahaya’ selama bertahun-tahun.

Dalam beberapa jam saja setelah penutupan akun-akun tersebut, hashtag #FBcensorsPalestine menjadi populer dan dipakai oleh lebih dari 300 juta pengguna Facebook.

Sehari setelahnya, pada Sabtu (24/09/16) Facebook minta maaf atas penutupan akun-akun para jurnalis pro-Palestina. Seorang juru bicara Facebook mengatakan kepada Electronic Intifada bahwa “Akun-akun itu terhapus karena mengalami error dan akan segera dikembalikan secepatnya setelah kami temukan masalahnya.”

Namun para aktivis tidak tinggal diam. Setelah pernyataan permintaan maaf itu dirilis, mereka menuntut Facebook untuk menarik diri dari kerjasama dengan pemerintah Israel. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL