menkes indiaNew Delhi, LiputanIslam.com — Euthanasia atau pembunuhan secara medis untuk menghilangkan penderitaan tengah menjadi perdebatan hangat di India. Menteri kesehatan pun menyerukan dilakukannya perdebatan publik untuk menentukan boleh tidaknya tindakan ini.

Saat ini India, sebagaimana sebagian besar negara di dunia, menganggap euthanasia sebagai tindakan ilegal.

Sebagaimana laporan BBC hari ini (21/7), Menkes Harsh Vardhan yang juga seorang dokter, mengatakan kepada pers, “sebuah konsensus harus ditetapkan untuk menentukan apakah boleh membunuh orang yang berada dalam kondisi sakit parah dengan tidak ada kesempatan untuk pulih.”

Pernyataan tersebut muncul beberapa hari setelah Mahkamah Agung India meminta pemerintah untuk menyampaikan pandangannya tentang masalah ini.

Koran The Mint melaporkan minggu lalu bahwa permintaan Mahkamah Agung itu merupakan respon dari petisi yang disampaikan oleh LSM Common Cause, yang meminta perlindungan hukum terhadap hak untuk menolak pengobatan dan hak untuk mati secara terhormat.

“Ini adalah masalah yang komplek. Tidak ada kebutuhan untuk terburu-buru dalam menentukan subyek yang sangat mengundang emosi ini,” kata Dr Vardhan.

Menkes mengatakan ada kebutuhan untuk meneliti pro dan kontra masalah ini, termasuk perilaku budaya dan hak-hak pasien, sebelum menentukan “apakah masyarakat sudah siap untuk itu.”

 

Penyelidikan Kasus Perkosaan yang Menggemparkan

Sementara itu biro pusat penyelidikan India menunda sementara penyidikan atas kasus pembunuhan yang diwarnai pemerkosaan terhadap 2 gadis kecil di Uttar Pradesh beberapa waktu lalu.

Dalam kasus ini 2 gadis kecil bersaudara ditemukan tewas tergantung di atas pohon setelah sebelumnya mengalami pemerkosaan massal di distrik Badaun. Kasus ini memicu kegemparan publik hingga menjadi berita internasional dan memaksa biro pusat penyelidikan mengambil alih kasus ini dari kepolisian lokal.

Penundaan ini disebabkan karena kuburan kedua gadis tersebut tenggelam oleh banjir dan mayatnya tidak bisa diotopsi.

Belum ada keterangan kapan penyelidikan itu akan dilanjutkan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL