konflik ukrainaBrussel, LiputanIslam.com — Negara-negara anggota Uni Eropa (EU) pada hari Senin (14/9) secara resmi menyetujui perpanjangan selama enam bulan sanksi-sanksi terhadap sejumlah tokoh Ukraina dan Rusia yang dituduh menyokong pemberontakan pro-Rusia di Ukraina timur.

“Penilaian situasi menunjukkan tidak ada perubahan sanksi-sanksi ataupun daftar orang-orang dan pihak-pihak yang berada di bawah tindakan restriktif,” kata Dewan Menteri EU sebagaimana dilaporkan AFP dan dilansir Antara.

“Pembekuan aset dan larangan bepergian (yang diterapkan) terhadap 149 orang dan 37 pihak telah diperpanjang hingga 15 Maret 2016,” tambah pernyataan itu.

Para duta besar dari 28 negara anggota EU sebelumnya pada awal bulan ini menyatakan dukungan bagi perpanjangan tersebut.

Pada Juni, EU telah memperpanjang hingga Januari 2016 serangkaian terpisah sanksi ekonomi terhadap Rusia, dengan mengatakan bahwa Moskow telah gagal membantu menerapkan gencatan senjata yang ditandatangani bersama Kiev dan pemberontak pada Februari.

Paket sanksi EU lainnya untuk menghukum Rusia atas pencaplokan, yang dilakukan Moskow pada Maret 2014, terhadap Krimea baru-baru ini telah diperpanjang hingga Juni tahun depan.

Kelompok beranggotakan 28 negara Eropa itu bersikeras bahwa mereka tidak akan membuat kelonggaran hingga Moskow memenuhi komitmen-komitmennya terkait gencatan senjata dan membantu menemukan penyelesaian politik bagi konflik, yang telah menghilangkan 8.000 nyawa manusia itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL