bomber rusiaCesis, LiputanIslam.com — Menteri Pertahanan Estonia menuduh pesawat tempur Rusia telah melanggar wilayah udaranya, pada saat tiga negara Baltik dan Polandia menyatakan keprihatinan atas kegiatan militer Rusia yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut.

Tindakan-tindakan Rusia di Ukraina, termasuk aneksasi Semenanjung Krimea Maret lalu oleh Rusia dianggap telah menyebabkan ketakutan Polandia dan trio tetangga negara Baltik Estonia, Latvia dan Lithuania yang semuanya adalah anggota baru NATO.

“Kami telah melihat gerakan besar-besaran di udara,” kata Menteri Pertahanan Estonia Sven Mikser kepada wartawan Jumat (12/12), setelah dua hari pembicaraan di Latvia dengan mitranya dari Polandia dan negara-negara Baltik lainnya.

“Kami telah melihat pembom jarak jauh strategis Rusia terbang, yang tidak biasa mengunjungi wilayah kami,” kata Mikser sebagaimana dilansir Antara mengutip kantor berita AFP.

“Kami memiliki setidaknya satu insiden pelanggaran wilayah udara negara kami, juga selama akhir pekan,” tambahnya lagi, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Sementara Menteri Pertahanan Polandia Tomasz Siemoniak mengatakan, Kamis (11/12), bahwa “untuk beberapa hari sekarang ini telah ada aktivitas Rusia yang belum pernah terjadi sebelumnya dari armada Baltiknya di laut Baltik”.

Negara-negara Baltik mengeluarkan pernyataan bersama hari Jumat, sembari  bersikeras menolak diintimidasi.

“Setiap langkah agresif oleh kekuatan eksternal terhadap sekutu NATO akan menemui tanggapan langsung dan tegas,” kata Mikser.

“Tidak ada keraguan bahwa NATO secara kolektif jauh lebih unggul daripada Rusia saat pihaknya mendatangkan kekuatan militer konvensional.”

NATO mengatakan lebih dari 30 pesawat Rusia dicegat di ruang internasional di atas Laut Baltik dan lepas pantai Norwegia pada hari Senin. Demikian AFP melaporkan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL