uni eropa kecam saudiBrussels, LiputanIslam.com — Kepala kebijakan luar negeri dan komisioner bantuan kemanusiaan Uni Eropa mengeluarkan pernyataan bersama mengecam serangan koalisi pimpinan Saudi di Yaman yang dianggap telah menibulkan penderitaan warga sipil.

“Dampak bagi penduduk sipil, terutama anak-anak, atas berlangsungnya pertempuran antara milisi-milisi yang berbeda, pemboman-pemboman dan penghancuran layanan-layanan esensial telah sampai pada tingkat yang membahayakan,” demikian pernyataan bersama kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Mogherini dan komisioner bantuan kemanusiaan Uni Eropa Christos Stylianides, hari Rabu (1/4), seperti dilansir Press TV.

Pernyataan tersebut diberikan terkait dengan serangan koalisi Saudi terhadap kamp pengungsi al-Marzaq di Provinsi Hajjah yang menewaskan 29 warga sipil pada hari Senin (30/3).

“Serangan udara di kamp pengungsi al-Marzaq di Hajjah, yang sebagian besar dihuni oleh para pengungsi, membunuh dan menewaskan sejumlah besar warga sipil,” tambah mereka.

Lebih lanjut disebutkan bahwa serangan tersebut juga telah merusak rumah-rumah warga, sekolah-sekolah dan infrastruktur dasar sehingga tidak bisa ditoleransi.

Dalam pernyataan itu juga ditekankan dukungan Uni Eropa pada upaya-upaya penyelesaian krisis Yaman melalui negosiasi dengan melibatkan semua pihak yang terkait.

“UNi Eropa akan melanjutkan dukungan atas segala upaya untuk membawa semua kelompok ke meja perundingan, atas dasar partisipasi semua pihak tanpa syarat apapun dan dengan tujuan yang jelas untuk mencapai kompromi politik yang berkelanjutan.”

Pada hari Selasa (31/3) Komisioner Tinggi HAM PBB Zeid Ra’ad Zeid al-Hussein mengingatkan bahwa Yaman tengah menuju pada kondisi keruntuhan total.

Serangan udara koalisi Saudi Arabia dimulai pada tanggal 26 Maret lalu, sehari setelah Presiden tersingkir Abd Rabbuh Mansur Hadi, yang tidak lain adalah sekutu dekat Saudi, melarikan diri dari kota Aden ke Riyadh.

Hadi telah menyatakan pengunduran diri pada bulan Januari setelah gagal membawa perdamaian di Yaman, namun kemudian ia membatalkan sendiri pengunduran dirinya itu.

Gerakan Ansarullah yang ditulang-punggungi oleh kelompok milisi Houthi menuntut Hadi mengimplementasikan hasil dialog nasinal paska mundurnya diktator Saleh Ali, berupa pembagian kekuasaan politik antar faksi di Yaman dan pemberantasan korupsi. Pada bulan September 2014 gerakan Ansarullah berhasil menguasai ibukota Sana’a dan saat ini sudah mendekati kota Aden.

Serangan koalisi Saudi di antaranya ditujukan untuk mencegah jatuhnya Aden, kota pelabuhan yang sangat strategis, ke tangah Ansarullah.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL