Sekjen Komite Eksekutif PLO, Saeb Erekat

Yerussalem,LiputanIslam.com—Sekjen Komite Eksekutif PLO, Saeb Erekat, mengatakan bahwa Donald Trump telah mengubah, secara besar-besaran, kebijakan Amerika terhadap konflik Palestina-Israel.

Erekat mengatakan, seperti dikutip oleh Memo pada Jum’at (15/3), bahwa Trump telah berhenti menggunakan istilah “Occupation” mengacu pada beberapa wilayah Palestina yaitu Tepi Barat, Yerusalem Timur, Jalur Gaza dan Dataran Tinggi Golan Suriah yang hingga saat ini diduduki oleh Israel. Erekat menambahkan perubahan ini bukan hanya sekadar perubahan terminologi, tetapi juga mencerminkan perubahan kebijakan.

Perubahan itu semakin diperkuat dengan berbagai keberpihakan AS terhadap Israel, di antaranya adalah pengakuan wilayah Yerussalem sebagai Ibu Kota Israel, pemindahan Kedutaan AS untuk Israel ke Yerussalem, menutup kantor PLO di Washington, melegitimasi pemukiman ilegal Israel, serta memotong bantuan bagi orang-orang Palestina.

Erekat menekankan bahwa ini telah membuat pemerintah AS menjadi mitra efektif para pemukim dan ekstrimis Israel.

Selanjutnya ia menyerukan kepada komunitas internasional untuk memperhitungkan laporan komisi pencarian fakta Dewan HAM PBB dan meminta pertanggungjawaban atas kekuasaan pendudukan Israel atas Palestina, serta menolak kebijakan administrasi Trump yang melanggar hukum internasional dan legitimasi internasional.(fd/Memo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*