Istanbul, LiputanIslam.com–Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa gerakan protes “rompi kuning” yang sedang berlangsung di Prancis dan negara Eropa lain memperlihatkan kegagalan demokrasi, HAM, dan kebebasan di Eropa.

“Biarkan saya katakan ini sekali lagi: kami menentang baik kekacauan yang dilakukan para pengunjuk rasa dan juga kekerasan [pemerintah] yang tidak proporsional terhadap mereka. Namun, gambar di tangan menunjukkan bahwa Eropa memang gagal menjalani ujian demokrasi, hak asasi manusia, dan kebebasan,” paparnya ketika berpidato di kota Istanbul, Turki, pada Sabtu (8/12)

Selain itu, Erdogan juga menyoroti Eropa yang gagal memenuhi tuntutan warga negaranya sendiri, dengan mengatakan bahwa “tembok keamanan dan kemakmuran yang mereka pedulikan kini terguncang, bukan oleh imigran atau Muslim, tetapi oleh warga mereka sendiri.”

“Mereka yang memprovokasi permusuhan terhadap imigran dan Islamophobia jatuh ke perangkap mereka sendiri,” tegasnya.

Erdogan kemudian menyebut lagi kekhawatiran lama Turki tentang kelompok teroris Kurdi yang bebas beroperasi di Eropa. Menurutnya, kelompok-kelompok inilah yang berperan dalam mengatur kerusuhan rompi kuning.

“Para simpatisan kelompok teroris separatis (kelompok militan PKK Partai Pekerja Kurdistan), yang sudah kami peringatkan kepada mereka (Eropa) untuk tidak dilindungi, kini ternyata menjadi salah satu pelaku utama kekacauan ini,” imbuhnya. “Cabang-cabang PKK ada di sana. Kelompok DHKP-C (Tentara Pembebasan Rakyat) ada di sana. “

Komentar khusus Erdogan tentang kelompok-kelompok Kurdi ini disampaikan setelah banyaknya video dan gambar yang tersebar di internet tentang tanda-tanda hubungan kerusuhan Paris dengan berbagai kelompok separatis Kurdi. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*