erdogan gullenAnkara, LiputanIslam.com — Akhirnya Perdana Menteri Turki Tayyip Recep Erdogan tidak tahan juga atas dugaan keterlibatan tokoh spiritual Fethullah Gullen dalam kasus terbongkarnya jaringan korupsi kroni-kroni Erdogan. Erdogan pun menantang Gullen untuk berhadapan langsung melawannya.

“Jika Anda tidak berbuat salah, jangan tinggal di Pennsylvania (Amerika). Jika tanah air Anda adalah Turki, pulanglah ke kampung halaman Anda,” demikian kata Erdogan kepada Gullen di hadapan pendukung-pendukungnya di kota Burdur, hari Kamis (272).

“Jika Anda ingin terlibat dalam politik, pergilah ke lapangan, namun jangan mengobok-obok negeri ini. Jangan ganggu perdamaian di negeri ini,” tambah Erdogan.

Kejengkelan Erdogan tentu bisa difahami. Setelah dipermalukan dengan ditangkapnya kroni-kroninya oleh aparat penegak hukum yang ia percaya berada di bawah pengaruh Gullen, kini ia dipermalukan dengan bocornya rekaman pembicaraan antara dirinya dengan putranya, Bilal, yang mengindikasikan keterlibatan dirinya bersama Bilal dalam praktik korupsi.

Dalam rekaman pembicaraan yang diunggah ke Youtube hari Senin (24/2) dan menyebar cepat di dunia maya, terdengar suara Erdogan yang memerintahkan Bilal untuk menyembunyikan uang senilai $40 juta yang disimpan di beberapa rumah mereka. Belum cukup sampai di situ, rekaman kedua pun muncul kembali ke dunia maya, hari Rabu (26/2).

Dalam rekaman kedua ini terdengar suara Erdogan memerintahkan Bilal untuk menolak pemberian uang yang telah dijanjikan oleh seorang pebisnis.

“Jangan diambil. Apapun yang dijanjikannya, ia harus membawanya,” terdengar suara Erdogan.

“Yang lain membawa uangnya. Mengapa ia tidak boleh?” jawab Bilal.

Beredarnya rekaman-rekaman tersebut kontan menimbulkan reaksi keras dari lawan-lawan politik Erdogan. Para pemimpin oposisi pun langsung mengecam Erdogan dan menuntutnya mundur dari jabatan. Sementara di jalanan, massa pendemo pun menyerukan tuntutan yang sama.

Gulen, kini hidup di pengasingan di Amerika karena kasus hukum yang menjeratnya. Namun pengaruhnya di Turki sangat kuat melalui jaringan bisnis, media dan sekolah swasta miliknya. Ia juga dipercaya memiliki pengaruh kuat di jajaran penegak hukum kepolisian dan kejaksaan yang kini tengah menyidik kasus suap dan korupsi kroni-kroni Erdogan.(ca/al akhbar)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL