neta.Haifa, LiputanIslam – Rezim Zionis Israel Selasa (18/03) membantah laporan yang menyebutkan adanya petugas Israel yang tewas akibat ledakan bom yang ditujukan terhadap petugas patroli Israel di Golan. Namun Israel mengakui bahwa insiden itu menyebabkan empat pasukannya menderita luka-luka.

Sumber-sumber militer menyebutkan bahwa ledakan itu terjadi di wilayah Majdal Shams di dekat garis perbatasan perjanjian gencata Israel-Suriah di Dataran Tinggi Golan. Ledakan itu dipastikan berasal dari bom yang sengaja ditanam di dekat garis perbatasan. Tentara Israel yang cidera segera dilarikan ke rumah sakit di Haifa. Tak lama setelah itu tentara Zoinis mengebom beberapa posisi tentara Suriah serta mengumumkan pemblokiran wilayah sekitar lokasi ledakan.

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengutuk keras serangan terhadap pasukan Israel tersebut dan berjanji akan melancarkan serangan balasan sengit. Dalam sebuah pernyataan yang dikemukakan di hadapan Partai Likud dia menegaskan, “Kita akan mengerahkan segenap kekuatan demi menjamin keamanan Israel.”

Menurut laporan reporter al-Jazeera, Israel menduga kuat Hizbullah Libanon berada di balik insiden ledakan tersebut. Militer Zionis mengaku bahwa 5 Maret lalu pihaknya berhasil menembak dua pejuang Hizbullah Lebanon yang sedang berusaha menanam ranjau di wilayah perbatasan antara wilayah Suriah dan wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan.

Jubir militer Israel juga merilis laporan bahwa Selasa dini hari (18/03) pihaknya juga berhasil menyerang dua orang ketika berusaha melakukan tindakan yang sama di wilayah perbatasan Israel-Suriah di utara Dataran Tinggi Golan. Menurutnya, pihak intelijen Israel memastikan dua orang itu adalah anggota milisi Hizbullah yang berada di Suriah untuk membantu pemerintah Suriah menumpas kelompok-kelompok bersenjata yang berusaha menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad sejak tiga tahun lalu. (mm/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL