davosDavos, LiputanIslam.com — Para pemimpin dunia mulai dari kepala negara, konglomerat hingga selebriti berkumpul di Davos, Swiss dalam pertemuan tahunan “World Economic Forum” yang berlangsung 21 hingga 24 Januari mendatang.

Tema pertemuan tahun ini adalah ‘The New Global Context’, dengan agenda utama membahas harga minyak, perubahan iklim, kemajuan Cina, deflasi di Uni Eropa, konflik Rusia-Ukraine dan kesenjangan pendapatan. Demikian sebagaimana dilaporkan Russia Today, Rabu (21/1).

Menjelang pertemuan itu organisasi masyarakat anti-kemiskinan Oxfam mengingatkan kesenjangan ekonomi yang semakin tajam di dunia. Menurut Oxfam 1% penduduk terkaya di dunia menikmati lebih dari 50% pendapatan global tahun depan.

Ekonom Lew Rockwell mengatakan bahwa mereka yang hadir di Davos adalah orang-orang yang paling bertanggungjawab dalam semua permasalahan ekonomi global.

“Ini adalah pertemuan antara orang-orang yang sangat kaya dengan para politisi pembantu mereka. Mereka hidup mewah di atas pengorbanan masyarakat umum. Ada resesi global yang tengah berjalan dan menjadi semakin buruk,” katanya kepada Russia Today.

International Monetary Fund (IMF) telah mengurangi prediksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2015 dan 2016 di semua negara kecuali AS.

“Orang-orang yang telah membuat masalah dan mengklaim datang dengan solusi adalah orang-orang yang bertanggungjawab atas situasi ini,” kata Rockwell.

Sementara orang-orang kaya dan berkuasa itu berkumpul di resort ski, masyarakat seluruh dunia harus berjuang keras untuk bertahan hidup, demikian Russia Today menyebutkan.

Forum Ekonomi Dunia dibentuk pertama kali tahun 1971 oleh akademisi University of Geneva, Claus Schwab, dengan diikuti oleh 400 peserta. Awalnya peserta berasal dari Eropa saja, namun kemudian terus berkembang. Pertemuan kali ini diperkirakan akan dihadiri oleh 40 kepala negara dan 2.500 pengusaha, aktifis, jurnalis dan akademisi.

Bloomberg News menyebut forum ini memberikan pendapatan hingga $52 juta bagi kota Davos dan $80 juta bagi Swiss. Disebut tiap peserta diharuskan membayar $50.000 atau lebih dari Rp 600 juta per-peserta.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*