assangeQuito, LiputanIslam.com — Pemerintah Ekuador, Rabu (17/6), menyatakan akan mempertimbangkan permintaan kejaksaan Swedia untuk memeriksa pendiri WikiLeaks Julian Assange atas tuduhan pemerkosaan.

Warga negara Australia itu melarikan diri ke Kedutaan Besar Ekuador di London pada Juni 2012, tempat ia bersembunyi sejak melarikan diri dari ekstradisi ke Swedia.

Ekuador sedang mengkaji permintaan itu “dalam semangat kerja sama yudisial” dan akan membuat keputusan berdasarkan hukum internasional dan “yurisdiksi Ekuador di bidang hak suaka,” kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Antara, Kamis (18/6).

Jaksa Swedia, Senin (15/6), mengatakan mereka telah mengajukan permohonan kepada pemerintah Inggris dan Ekuador untuk memeriksa Assange pada bulan Juni dan Juli di kedutaan besar.

Assange yang berusia 43 tahun mengatakan ia takut Swedia karena pada gilirannya akan mengekstradisinya ke Amerika Serikat.

Publikasi WikiLeaks atas kabel diplomatik dan file-file militer AS yang sangat sensitif pada tahun 2010 menyebabkan kehebohan di Washington.

Swedia mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Assange terkait tuduhan dari dua wanita di Swedia, salah seorang di antaranya mengaku diperkosa sementara yang lain mengklaim mengalami kekerasan seksual.

Assange menyangkal tuduhan itu dan mengatakan hubungan dengan dua wanita itu bersifat konsensual, demikian laporan AFP.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL