senjata kalashnikovMoskow, LiputanIslam.com — Rusia telah menjual senjata senilai lebih dari $15 miliar atau lebih dari Rp 160 triliun ke lebih dari 60 negara pada 2014 lalu. Demikian Presiden Vladimir Putin mengatakan, Selasa (27/1).

“Tahun lalu senjata dan peralatan militer Rusia mendapatkan permintaan dari lebih dari 60 negara. Total nilai penjualan melebihi $15 miliar. Kontrak baru senilai 14 miliar dolar AS juga ditambahkan ke portofolio manufaktur senjata Rusia yang signifikan,” kata Putin pada pertemuan komisi khusus kerjasama teknologi militer dengan negara asing, sebagaimana dilaporkan Xinhua dan dikutip Antara, Rabu (28/1).

Putin mengatakan tantangan dan ancaman baru memaksa banyak negara untuk merevisi doktrin militer mereka dan memodernisasi angkatan bersenjata mereka, dan karenanya Rusia “harus mempertimbangkan kecenderungan ini”.

Lebih jauh Putin berjanji untuk melanjutkan perluasan kehadiran Rusia di pasar senjata di kawasan Asia-Pasifik, Afrika, Amerika Latin dan Karibia. Mengingat situasi geopolitik yang rumit, Putin menekankan bahwa ekspor produk-produk militer teknologi tinggi sangat penting untuk Rusia.

“Ini penting untuk pembaruan industri pertahanan, untuk meningkatkan penelitian, pengujian dan desain kerja serta untuk penyelesaian sejumlah masalah sosial,” katanya.

Putin meminta produsen dalam negeri untuk memaksimalkan penggunaan daya saing Rusia guna bersaing dengan penyedia pertahanan dunia lainnya.

Rusia adalah salah satu pengekspor terkemuka di pasar global senjata dan teknologi militer. Senjata buatan Rusia dipasok ke 66 negara, dan Moskow memiliki perjanjian kerja sama teknis-militer dengan 85 negara.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*