India-call-centerLos Angeles, LiputanIslam.com — Sebuah perusahaan IT di Lembah Silikon, Kalifornia, AS, dijatuhi denda karena telah mengeksploitasi tenaga kerja migran asal India.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Jumat (24/10), otoritas perburuhan AS mendenda Electronics for Imaging, perusahaan IT yang terletak di Lembah Silikon, sebesar $43.000 (hampir Rp 500 juta) setelah ketahuan membayar 8 pekerjanya yang berasal dar India, hanya $1,21 per-jan. Padahal upah minimal di wilayah itu adalah $8 per-jam atau lebih dari Rp 90.000 per-jam.

Selain upah yang rendah, perusahaan juga tidak membayarkan upah lembur, sementera mereka bekerja 122 jam per-minggu atau lebih dari 20 jam per-hari.

Perusahaan berusaha mengelak dengan mengatakan mereka “tidak sengaja” melanggar peraturan perburuhan setempat.

Ribuan pekerja asal India bekerja di Lembah Silikon yang merupakan kawasan industri teknologi informasi terkemuka di dunia dan menjadi daerah dengan tingkat penghasilan buruh tertinggi di Amerika.

Laporan-laporan menyebutkan bahwa Electronics for Imaging, perusahaan teknologi printing itu mempekerjakan ke-8 pekerja itu melalui sebuah proyek khusus, pada saat mereka membantu memindahkan kantor pusat perusahaan dari Foster City ke Fremont.

Laporan-laporan menyebutkan, perusahaan menggaji mereka dengan tingkat gaji yang sama saat mereka bekerja di di Bangalore, India. Mereka bahkan menerima gajinya dalam bentuk mata uang Rupee.

UU Tenaga Kerja AS mewajibkan perusahaan membayar upah buruhnya setidaknya sama dengan upah minimal dan upah lembur untuk jam kerja di atas 40 jam per-minggu.

“Ini lebih buruh dari apapun yang pernah saya lihat di seluruh Los Angeles,” Michael Eastwood, pejabat departemen perburuhan, kepada Associated Press.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL