Sumber: liputan6.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas bambang Brodjonegoro mengatakan, jika pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bergerak di level 5 persen, pemerintah akan sulit mengatasi kemiskinan dan pengangguran.

Bambang menyampaikan, Indonesia merupakan negara yang besar  dan banyak penduduknya sehingga pertumbuhan ekonomi harus lebih dari 5 persen.

Baca: JK Sebut Pertumbuhan Ekonomi Masih Jadi PR
“Pertumbuhan ekonomi 5 persen atau 5,1 persen belum cukup karena kita masih punya isu kemiskinan dan pengangguran, sehingga kita masih membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” kata Bambang, Rabu (9/10).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2019 hanya sebesar 5,05 persen secara tahunan, atau melambat dibandingkan tahun lalu sebesar 5,27 persen.

Menurutnya, di tengah pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen sangat riskan di tengah ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global. Untuk itu, diperlukan upaya ekstra untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Dia menilai, Indonesia perlu melakukan transformasi pengolahan hasil sumber daya alam [SDA] dan manufaktur. Sebab, kinerja sektor manufactur semakin jatuh. Dalam 10 tahun terakhir, Indonesia mencapai titik tertinggi pertumbuhan manufaktur pada 2011.

Selain itu, kata dia, Indonesia perlu meningkatkan devisa dari pariwisata untuk bisa menekan defisit transaksi berjalan.

“Dalam ekonomi digital, kita juga akan meningkatkan lewat startup-startup yang sedang berkembang” ucapnya. (sh/cnnindonesia/cnbcindonesia)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*