Sumber: liputan6.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia masih stabil di kisaran 5,4 persen.Josua mengaku mengapresiasi kinerja pemerintah yang bisa memperbaiki ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

“Mempertimbangkan tren perekonomian global yang masih diliputi ketidakpastian dan tren perlambatan di beberapa negara di dunia, pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif lebih baik. Stabil dan cukup tinggi di kisaran 5,4 persen dalam 8 tahun terakhir ini,” ujar Josua Minggu (21/4).

Dia menjelaskan, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 lalu tercatat 5,17 persen. Angka tersebut merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga setelah India yang tercatat 7,33 persen, dan Tiongkok yang mengalami perlambatan menjadi 6,6 persen.

Selain itu, jika dibandingkan kondisi perekonomian Tanah Air saat sebelum terjadi krisis 1998, Indonesia mampu tumbuh  tumbuh hingga sekitar 6,8 persen pada periode 1968-1997.

Dia menuturkan, penurunan laju pertumbuhan ekonomi dari periode sebelum dan setelah krisis ekonomi bisa terjadi karena dipengaruhi oleh struktur ekonomi yang beralih dari sektor manufaktur menjadi perekonomian yang mengandalkan komoditas.

“Kondisi deindustrialisasi mendorong penurunan output potensial Indonesia menjadi sekitar 5 persen,” tuturnya

Akan tetapi, kata dia, tren yang menyempit dalam 5 tahun terakhir menunjukkan bahwa reformasi struktural seperti kemudahan berusaha dan investasi mendorong peningkatan andil investasi dalam struktur perekonomian Indonesia. (sh/liputan6)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*