foto: kompas

foto: kompas

Jakarta, LiputanIslam.com –Dwi Soetjipto akhirnya ditunjuk sebagai sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) yang baru.  Sebagaimana yang disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, selain mengangkat Dwi, pemerintah juga mengangkat empat direktur.

Dwi Soetjipto mengatakan, ia akan berusaha memenuhi amanah yang diberikan kepadanya. “Skala prioritas kami menjadikan Pertamina menjadi ujung tombak, sebagaimana visi Pak Presiden, berdaulat di sektor energi,” kata Dwi.

Ia juga berkomitmen memberantas praktik mafia minyak dan gas bumi, termasuk di perusahaan yang mulai dipimpinnya. “Tentu saja kami akan me-review seluruh proses bisnis yang ada, dan kami melaksanakan mapping proses-proses apa yang sudah masuk pada best practices internasional maupun domestik,” kata Dwi.

Bila proses bisnis di Pertamina ada yang tak sesuai best practices tersebut, Dwi berjanji akan melakukan transformasi. Dia juga berjanji manajemen akan segera melakukan kajian terbaik dan menentukan prioritas perusahaan ke depan. 

Dwi yang merupakan Dirut Semen Indonesia bersaing dengan dua orang kandidat lainnya, yakni Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia Sofyan Basir dan Dirut General Electric (GE) Indonesia Handry Satriago.

Dwi akhirnya dipilih, karena dinilai telah terbukti kemampuannya dalam memajukan PT Semen Indonesia yang dipimpinnya.

“Pak Joko Widodo melihat bahwa Pak Dwi salah satu putra terbaik bangsa, karena telah berhasil membawa Semen Indonesia sebagai salah satu pemain global di dunia. Ia telah berhasil memasarkan produk semennya ke berbagai negara, apalagi sekarang Semen Indonesia masuk ke Hanoi, Vietnam. Itu salah satu keyakinan kenapa Jokowi pilih Pak Dwi,” ujar Rini.

Dari laporan Kompas.com, sesuai PP Nomor 45 Tahun 2005 mengenai mekanisme seleksi dirut BUMN, ada 10 tahapan uji kepatutan dan kelayakan. Adapun struktur TPA adalah Presiden, Wakil Presiden (Wapres), Sekretaris Kabinet (Seskab) dengan anggota Menteri Keuangan, Menteri BUMN, dan menteri teknis.

Sebagai informasi, Dwi sejak tahun 2005 sudah menjabat sebagai Direktur Utama PT Semen Gresik, kemudian pada awal tahun 2013 PT Semen Gresik Persero resmi bertransformasi menjadi PT Semen Indonesia. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL