Manila, LiputanIslam.com—Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengecam Washington karena membangun gardu militer permanen di negaranya. Langkah tersebut disebutnya akan menganggu keamanan regional di Filipina.

“Mereka memasukkan tentara di Filipina sekarang… Saya berikan peringatan kepada tentara Amerika Serikat. Jangan lakukan itu, saya takkan mengizinkannya,” kata Duterte dalam konferensi pers pada Minggu (29/01/2017).

Ia mengatakan, AS baru-baru ini mengirimkan tentara mereka ke tiga provinsi di Filipina. Ia menegaskan langkah tersebut adalah peyelewengan perjanjian keamanan antara kedua negara.

“[Berdasarkan perjanjian] Provisions of the Visiting Forces, seharusnya tidak ada fasilitas permanen. Gardu adalah gardu, bangunan permanen untuk para tentara,” katanya, “Saya bahkan tidak tahu jika ada misil yang mereka timbun,”

Duterte, yang telah berkali-kali menyuarakan ketidaksukaannya terhadap tentara AS di negaranya, menyatakan hal tersebut setelah Pentagon menyetujui pembangunan gudang, barak dan landasan pacu di Filipina sesuai dengan Perjanjian Peningkatan Kerjasama Pertahanan (EDCA) antara kedua negara.

Sang presiden menegaskan jika fasilitas tersebut dibuat, ia akan meninjau perjanjian EDCA “dan mungkin akhirnya membatalkannya.”

Dia menambahkan bahwa AS telah merusak stabilitas di kawasan, terutama di Filipina akibat adanya masalah dengan Cina. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL