Yerusalem, LiputanIslam.com–Duta AS untuk Israel, David Friedman, menyampaikan pesan kepada para jurnalis yang berani melaporkan genosida yang tengah dilakukan rezim Israel kepada demonstran tak bersenjata di Gaza.

Friedman menyampaikan pesan tersebut dalam pidatonya di konferensi pers di Yerusalem pada Senin (4/6/18), di mana dia mengklaim bahwa “9 dari 10 artikel berita yang melaporkan tentang konflik Gaza mengkritisi Israel.”

“Tutup mulutmu sebelum kamu mencari tahu [kebenarannya],” katanya kepada para wartawan.

“Karena jika tidak begitu, yang Anda lakukan hanyalah menciptakan anggapan-anggapan tanpa dasar fakta. [Anggapan yang] sesuai dengan narasi, dengan opini, dan sebuah agenda. Tetapi itu bukanlah pemberitaan, karena itu tidak berdasarkan analisis yang yang kuat dan faktual,” tuturnya.

Di saat Friedman bersikeras bahwa media, khususnya media AS, bias melawan Israel dalam pemberitaan genosida lebih dari 60 orang demonstran Palesina, sejumlah analis independen mengeluarkan sebuah kesimpulan yang bertentangan.

Dengan menyebut contoh-contoh artikel dari New York Times, Washington PostBloomberg, dan media-media besar lainnya, analis Gregory Shupak menjelaskan analisanya untuk Fairness and Accuracy in Reporting (FAIR) bahwa media-media Amerika ini hampir semuanya berpihak kepada Israel dan “menyalahkan orang Palestina atas pembataian yang mereka hadapi.”

“Berdasarkan pemberitaan media, pembaca bisa dimaafkan jika menyimpulkan bahwa orang Palestinalah, bukan Israel, yang menyebabkan apa yang disebut oleh Doctors Without Borders sebagai kejahatan yang ‘tidak dapat diterima dan tidak manusiawi’.” tulis Shupak. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*