serangan sekolahNew York, LiputanIslam.com — Sekjen PBB Ban Ki-moon dengan keras mengutuk “serangan bergelimang darah” terhadap satu sekolah di Peshawar, Pakistan, yang menewaskan 141 orang, termasuk 132 siswa, pada Selasa (16/12). Kutukan juga disampaikan oleh para pemimpin dunia lainnya.

“Tak ada alasan yang dapat membenarkan kebrutalan semacam itu. … Itu adalah perbuatan mengerikan dan pengecut untuk menyerang anak kecil yang tak bisa mempertahankan diri saat mereka belajar,” kata Ban pada awal satu pertemuan Dewan Keamanan PBB sebagaimana dilansir Antara mengutip kantor berita Xinhua, Rabu (17/12).

“Hati masyarakat seluruh dunia bersama orang tua dan keluarga yang telah kehilangan orang yang mereka cintai dalam serangan mengerikan itu,” tambah Ban.

Negara-negara barat seperti Inggris, Perancis, Jerman, India, Iran, hingga pemerintah Indonesia juga mengutuk keras serangan itu.

Dalam siaran pers yang dirilis Rabu, Kemenlu Indonesia menyatakan tindakan tak berperikemanusiaan tersebut tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Pemerintah Indonesia menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa termasuk anak-anak kepada keluarga, rakyat dan Pemerintah Pakistan. Pemerintah Indonesia juga menyampaikan dukungan dan solidaritas kepada rakyat dan Pemerintah Pakistan dalam situasi yang sulit ini.

Sementara pemerintah Iran melalui Jubir Kemenlunya, Marzieh Afkham, menyebut serangan itu sebagai tindakan yang sama sekali tidak manusiawi. Ia menambahkan aksi teror dan ekstremisme yang membuat nyawa orang tak berdosa terancam dalam segala bentuk dan dengan setiap tujuan adalah perbuatan tercela. Selain itu ia juga menyampaikan simpati kepada pemerintah dan rakyat Pakistan, terutama keluarga korban.

Taliban Pakistan mengaku bertanggungjawab atas serangan pada Selasa pagi, ketika beberapa pria bersenjata yang mengenakan seragam militer menyerbu sekolah yang dikelola militer di pusat Kota Peshawar dan terlibat baku-tembak dengan pasukan keamanan.

Sedikitnya 245 orang cedera dalam serangan tersebut dan sejumlah siswa serta staf sekolah disandera oleh gerilyawan fanatik itu.

Saat berpidato di Dewan Keamanan, Ban menyampaikan belasungkawa terdalamnya kepada rakyat, pemerintah dan terutama mereka yang menjadi korban tragedi pada Selasa tersebut.

“Sekolah harus menjadi tempat yang belajar aman dan terjamin. Memperoleh pendidikan adalah hak setiap anak. Pergi ke sekolah tak memerlukan keberanian,” katanya.

Sekretaris Jenderal PBB juga menyampaikan dukungan organisasi dunia itu bagi semua upaya Pemerintah Pakistan melawan pelaku teror dan fanatisme, dan mendesak Pemerintah Pakistan melancarkan setiap upaya untuk menyeret para pelakunya ke pengadilan.

Sementara organisasi pendanaan untuk anak PBB (UNICEF) menyatakakan pembunuhan yang mengerikan dan tanpa perasaan itu sangat mengguncang hati nurani masyarakat dunia.

“Itu juga harus memanggil kita … untuk mendukung orangtua Pakistan yang menginginkan pendidikan terbaik bagi anak mereka dan semua yang berusaha menyediakannya,” katanya. UNICEF menyampaikan simpati sepenuh hati kepada keluarga anak-anak yang telah kehilangan nyawa.”

Sebanyak 141 orang, termasuk 132 siswa dan sembilan anggota staf, tewas dan 133 orang lagi cedera dalam serangan teror pada Selasa terhadap satu sekolah umum yang dikelola militer di Kota Peshawar, Pakistan Timur-laut.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL