apartheidCape Town, LiputanIslam.com—Nestapa bangsa Palestina tak kunjung usai. Dua hari yang lalu (13/2), Israel melarang 50 pasien dari Gaza untuk dirawat di Israel hanya gara-gara kop surat rujukan rumah sakit yang mereka bawa bertuliskan ‘Negara Palestina’.

Prahara Palestina telah memunculkan dukungan banyak pihak. Dari Afrika Selatan, misalnya, telah digelar Konferensi Solidaritas untuk dukung Rakyat Palestina, Sahara Barat, dan Kuba (6/12).
Komite Parlemen Portfolio Afrika Selatan, penyelenggara konferensi ini, mendukung boikot, divestasi, dan sanksi Israel.

Konferensi ini memberikan rekomendasi untuk meneruskan laporan Human Sciencies Research Council (HSRC) yang menemukan bahwa Israel bersalah atas Apartheid, kepada badan-badan internasional termasuk Persatuan Parlemen Internasional, Pengadilan Internasional, PBB, dan Persatuan Afrika

Konferensi dibuka oleh ikon perjuangan anti-apartheid, Ahmed Kathrada, diikuti oleh Wakil Menteri Afrika Selatan untuk Hubungan Internasional, Marius Fransman, Ketua Komite Parlemen Portfolio Afrika Selatan untuk Hubungan Internasional, Mr Tisetso Magama, serta duta Besar Kuba, Palestina dan Sahara Barat.

“Konferensi seperti ini adalah yang pertama kalinya diselenggarakan di Parlemen. Hal ini adalah kulminasi perbaikan serius dalam menanggapi seruan Presiden Zuma di 2010, yang berpesan bahwa solidaritas harus menjadi elemen utama dalam internasionalisme Afrika Selatan. Fokus utama konferensi ini adalah untuk menjadikan rakyat Afrika Selatan perduli terhadap tantangan bersama yang dihadapi rakyat Kuba, Palestina dan Sahara Barat terkait pengingkaran terhadap HAM,” jelas Magama.(lb/mediareviewnet/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL